Jembatan Holtekamp: Jembatan Bentang Panjang Dengan Kualitas Yang Rapi dan Kuat

Rabu, 1 Agustus, 2018
Pembangunan Jembatan Holtekamp

Pembangunan Jembatan Holtekamp yang dilakukan bersama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura saat ini terus dikebut penyelesaiannya. Saat ini progres pembangunan fisik jembatan terpanjang di Papua dapat diselesaikan lebih cepat dari target, yakni pada September 2018 atau lebih cepat dari rencana semula tahun 2019. Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp 1,7 triliun dan dikerjakan kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Nindya Karya.

“Bangunan rangka utama Jembatan Holtekamp panjangnya sekitar 400 meter. Bentang utama yang terdiri atas dua bangunan yang masing-masing memiliki panjang 120 meter dikerjakan di PT PAL Indonesia, tiga bentang lainnya sepanjang 50 meter dan telah dirangkai dengan konstruksi jembatan lainnya di Jayapura dikerjakan di PT Waagner Biro Indonesia, Cikande, Banten, serta dua lainnya di PT Boma Bisma Indra dan PT Bromo Steel Indonesia, Pasuruan, Jawa Timur,” ujar Manajer Proyek Pembangunan Jembatan Holtekamp, Rizki Dianugrah.

Menurut Rizki, konstruksi Jembatan Holtekamp ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Jembatan Holtekamp dirancang memiliki panjang keseluruhan 732 meter, dimana panjang jembatan utama yaitu 400 meter. Sementara, 332 meter sisanya merupakan jembatan pendekat, yang terdiri dari 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp. Untuk memitigasi kegagalan konstruksi dari gempa perangkaian konstruksi dilakukan di tempat berbeda yaitu di PT PAL Indonesia.

“Pembuatan Jembatan Holtekamp ini membuktikan jika Indonesia memiliki kemampuan membangun jembatan bentang panjang dengan kualitas yang rapi dan kuat. Saya minta kepada Dirjen Bina Marga dan Kepala Balitbang agar ke depan pembangunan jembatan panjang bisa didesain dan bisa dilaksanakan dengan sumber daya kita sendiri jadi tidak perlu impor," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

Ditambahkan Basuki, pembangunan jembatan dapat menggerakan industri baja nasional dan memberikan pekerjaan kepada para tenaga ahli dan pekerja konstruksi Indonesia. Untuk diketahui, keberadaan Jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis, sebagai solusi mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut. Dengan demikian, waktu tempuh yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam dari Kota Jayapura ke Muara Tami maupun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, kini menjadi 60 menit.

Sumber Berita

Tabloid Steelindonesia


Komentar Anda :
Share this post
Iklan

Customer Service : +62 851 0004 9473
Local Marketing : +62 878 8885 5265
International Marketing : +62 878 8885 5371
inforedaksi@steelindonesia.com
Kontak Kami

PT. Global Infotech Solusindo
Jalan Raya Jarakosta - MM 2100
Prapatan Neih Desa Sukadanau
Cikarang Barat, Kab. Bekasi, Jawa Barat 17843 - Indonesia
Telp. :+62 851 0004 9473
© Steelindonesianews. 2008 - 2018 . All Rights Reserved.