SEMINAR STEELINDONESIA EXPO 2016

Senin, 3 Oktober 2016

Jakarta, 7 – 9 September 2016, telah berlangsung acara pameran industri baja Indonesia. Dalam kegiatan pameran ini terselenggara pula Seminar Steel Indonesia EXPO 2016 yang mengusung tema “Peningkatan mutu dan teknologi industri baja, untuk meraih kemenangan dalam persaingan pasar bebas dunia”.

Dalam seminar ini menghadirkan narasumber dari para ahli dan pakar di bidangnya dan profil narasumber dari dalam dan luar negeri.

Ada lima seminar yang berlangsung selama tiga hari. Setiap harinya terdapat 2 seminar. Hari pertama seminar dengan judul "Masa depan Industri dan Konstruksi Baja Nasional Di Era Teknologi Data". Dalam seminar ini dilakukan juga launching buku katalog produk baja konstruksi tahun 2015 yang dilakukan oleh Ir. Rusli, MT dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan di lanjut dengan seminar pemanfaatan buku katalog produk baja konstruksi bagi stakeholders di sektor konstruksi.

Selanjutnya seminar sesi kedua dengan pembahasan prasyarat SNI baja konstruksi di dalam negeri, bertindak sebagai pembicara Bapak Bimakarsa dari IISIA. Dilanjut oleh Dr. Ir Hermanto Dardak, MSc dengan membahas penyelenggaraan pembangunan insfrastruktur indonesia : pencapaian dan rencana pembangunan insfrastruktur PUPR 2015 – 2019. Seminar ini sekaligus sebagai seminar penutup di hari pertama.

Pada hari kedua terdapat dua seminar, dengan judul "Teknologi rancang bangun konstruksi baja & mesin", didalam pembahasan ini terdapat empat materi dengan dua sesi. Materi pertama mengenai teknologi shop drawing yang dijelaskan oleh Stefanus Siswanto dari PT Piranti Sarana Technologi, materi kedua membahas Manajemen Sistem Fabrikasi dari Vincent Oury dari AVEVA Asia Pacific Sdn Bhd. 

Setelah pembahasan kedua diatas dilanjutkan pada pembahasan Teknologi baja lapis aluminium seng dan total solusi pemasangan oleh Martha Aswini dari PT NS BlueScope Lysaght Indonesia. Dan Marino Sanarkoputro dan Matteo Tomba dari PT Elemen Gumilang menjelaskan mengenai Teknologi Rolling Mill.

Seminar ke tiga masih dilaksanakan pada hari ke dua pada pukul 13.50 – 17.00 WIB, dengan mengusung tema intelligence steel fabrication and coating protection". Dalam seminar ini terdapat tiga pembahasan. Tema intelligence steel fabrication latest developments in machinery and software dijabarkan oleh luca Morlotti dari Ficep, Collin Maymon dari steel project, Ajie Pamadaraji dari trimble. Dua pembahasan selanjutnya ada di sesi dua dengan pembahasan teknologi pengecatan konstruksi baja oleh Harry Harryawan dari ASCOATINDO dan pembahasan teknologi hot dip galvanis oleh Arie Haryanto dari AGI.

Seminar ke empat dan kelima menjadi seminar di hari terakhir dari rangkaian seminar yang dilaksankan selama tiga hari ini. Seminar ke empat dimulai dengan pembahsaan proyek 35.000 MW dan transmisi 46.000 KMS dan proyek 1000 jembatan. Kedua seminar tersebut terpat dalam sesi pertama pada seminar standarisasi bangunan konstruksi. Dengan Munir Ahmad selaku pembicara proyek 35.000 MW dan transmisi 46.000 KMS. Dan Yana Astuti, ST., MT  dari PUPR sebagai pembicara proyek 1000 jembatan.

Sesi ke dua dalam seminar ke empat di mulai dengan membahas standarisasi tower transmisi dengan pembicara Jacky P dari ASPATINDO dan dilanjut oleh Andi Syukri dari APJEBI yang membahas Standarisai jembatan rangka.

Rantai Pasok Jasa Konstruksi menjadi penutup rangkaian seminar. Sama seperti seminar-seminar sebelumnya setiap seminar terdiri dari dua sesi. Sesi pertama membahas pemanfaatan slag untuk pembangunan jalan yang dijelaskan oleh Marsidom sebagai ketua IISIA dan pembahasana solusi darurat hilirisasi mineral dan batubara dengan teknologi tunnel klin oleh Arsam Sunaryanto dari ASPABI. Sesi ke dua mengenai Aspal Buton  yang dijabrkan oleh Dwi Putranto dari ASPABI. Dan Taufiqullah menjadi pembicara terakhir mengenai alat berat.

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga