Ir. I Gusti Putu Suryawirawan

Senin, 5 September 2016

Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri, peningkatan daya saing, pengembangan iklim usaha, promosi industri dan jasa industri, standardisasi industri, teknologi industri, pengembangan industri strategis dan industri hijau, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri logam, industri mesin, industri alat transportasi dan maritim, serta industri elektronika dan telematika.

Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ditjen ILMATE) menyelenggarakan fungsi : Perumusan Kebijakan, Pelaksanaan Kebijakan (Penyusunan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria), Pelaksanaan Pemberian Bimbingan Teknis dan Supervisi, Pelaksanaan Evaluasi dan Pelaporan, Pelaksanaan Administrasi Ditjen ILMATE dan Pelaksanaan Fungsi Lain yang diberikan oleh Menteri.

Kali ini redaksi mengangkat ulasan profil sebagai rubrik tokoh di tabloid Steelindonesia, Ir. I Gusti Putu Suryawirawan beliau adalah Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian.

Pria keturunan Bali yang lahir di Surabaya pada 1 September 1958 ini menjabat sebagai Dirjen ILMATE yang dilantik pada tahun 2015. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur Industri Material Dasar Logam pada Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur pada tahun 2011 sampai 2015.

Sarjana Teknik Industri tahun 1982 lulusan Institut Teknologi Bandung ini pernah menjabat Direktur Industri Material Dasar Logam (2010-2011), Direktur Industri Logam (2005-2010), Direktur Industri Logam, Mesin dan Maritim (2004-2005), serta Direktur Industri Teknologi Informasi dan Elektronika (2001-2004).

“Pak Putu” demikian sapaan akrab dengan beliau yang kami undang untuk pembukaan pameran industri dari hulu ke hilir dengan tema “Steel Indonesia Expo 2016”.

Beliau menyatakan “Kementrian perindustrian selaku regulator tentu menyambut baik pemeran tersebut yang diharapkan dapat menggairahkan industri baja nasional sekaligus menjadi industri strategis yang kuat, mandiri, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri”.

Dalam tugasnya beliau selalu aktif mendukung setiap program dan inovasi yang terus dikembangkan dalam setiap aspek didunia industri khususnya dalam percepatan pembangunan nasional karena tugas pentingnya merupakan penggerak utama dalam organisasi Kementerian Perindustrian yang akan mempengaruhi kinerja dalam melakukan pembinaan dan pengembangan industri nasional.

Beliau juga sempat menerima penghargaan yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun pada tahun 1998.

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga