Indonesia Internasional Exhibition & Conference

Senin, 3 Oktober 2016

Penggunaan bahan baku logam domestik terus ditingkatkan untuk pemanfaatan secara optimal di industri hilir. Untuk itu, Kementerian Perindustrian memacu pengembangan industri logam berbasis sumber daya lokal karena prospek sektor induk ini di masa mendatang masih cukup potensial.

Potensi bahan baku logam di dalam negeri yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal merupakan peluang yang baik untuk meningkatkan daya saing produk mother of industry ini. Industri logam disebut sebagai mother of industry karena produk logam dasar merupakan bahan baku utama bagi kegiatan sektor industri diantaranya infrastruktur, otomotif, maritim, elektronika, serta permesinan dan peralatan pabrik.

Kebutuhan dunia terhadap komoditas baja sudah menjadi kebutuhan utama, khususnya bagi negara berkembang termasuk Indonesia. Industri baja merupakan industri strategis, mengingat peran dan fungsi industri baja dalam mendukung pembangunan nasional. Hal ini dapat kita lihat dari rencana pemerintah dalam pembangunan industri infrastruktur, manufaktur, dan ketahanan nasional baik untuk jangka waktu panjang maupun menengah.

Dilihat dari pertumbuhan populasi dan geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan menyebabkan Indonesia menjadi potensi pasar yang besar bagi industri

baja. Untuk itu diperlukan sinergi seluruh stakeholder yaitu pemerintah, pelaku industri, dan pengguna dalam menyikapi kebutuhan dan pertumbuhan industri baja nasional. Untuk itu PT. Global Infotech Solusindo menyelenggarakan pameran baja pertama, terlengkap, dan terbesar di Indonesia dengan tajuk "Steel Indonesia Expo 2016" pada tanggal 7-9 September 2016 di hall B1 & B2 JIExpo Kemayoran Jakarta.

Steel Indonesia Expo 2016 merupakan pameran dan konferensi industri baja berskala internasional pertama, terlengkap, terbesar serta menampilan industri baja dari hulu sampai hilir di Indonesia. Produk yang ditampilkan pada pameran ini adalah 100% produk industri nasional. SteelIndonesia Expo 2016 difasilitasi dan diprakarsai Kementrian Perindustrian bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pada pameran inilah kesempatan kita untuk menunjukan kemampuan dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka langsung oleh Ir Singgih Wasesa sebagai ketua penyelenggara, Bapak Sukandar sebagai chairman IISIA, Ir Rusli MT selaku kasubdit Jendral Bina Konstruksi Kemantrian PUPR dan, I Gusti Putu Suryawirawan Dirjen ILMATE Kemenperin. Rangkaian pembukaan dimeriahkan dengan kegiatan Opening Ceremony yang menhadirkan atraksi barongsai.

Bukan hanya sekedar pameran industri baja saja, didalam kegiatan ini juga berlangsung seminar yang berhubungan dengan industri baja tentunya.

Ada lima seminar yang diselenggarakan oleh panitia penyelenggara. Seminar yang diselenggarakan antara lain : Masa depan Industri dan Konstruksi Baja Nasional Di Era Teknologi Data, pada seminar ini juga dilaksanakan Launching KATALOG PRODUK BAJA KONSTRUKSI (KBK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Pembicara Dirjen Bina Konstruksi Ir. Yusid Thoyib, M.Eng.

Seminar kedua membahas mengenai Teknologi rancang bangun konstruksi baja & mesin" dan "Intelligence steel Fabrication and coating protection". Dan dihari terakhir membahas standarisasi bangunan konstruksi dan rantai pasok jasa konstruksi.

Dalam seminar ini menghadirkan narasumber dari para ahli dan pakar dibidangnya dan profil narasumber dari dalam dan luar negeri.

Banyak pihak yang berpartisipasi dalam menjadi audiensi dalam rangkaian seminar ini, bukan hanya bagi pihak-pihak yang terjun langsung dalam industri baja, tapi juga terdapat para mahasiswa yang ambil bagian dalam kegiatan ini. Bagi seluruh pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan seminar ini mendapat sertifikat setelah acara seminar selesai dilaksanakan.

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga