Pameran Kemampuan Industri Logam, Memacu Penggunaan Bahan Baku Logam Domestik untuk Industri

Senin, 5 September 2016

Penggunaan bahan baku logam domestik terus ditingkatkan untuk pemanfaatan secara optimal di industri hilir. Untuk itu, Kementerian Perindustrian memacu pengembangan industri logam berbasis sumber daya lokal karena prospek sektor induk ini di masa mendatang masih cukup potensial.

Potensi bahan baku logam di dalam negeri yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal merupakan peluang yang baik untuk meningkatkan daya saing produk mother of industry  ini,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pembukaan Pameran Produk Logam Tahun 2016 di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (24/8).

Kementerian Perindustrian memfokuskan pada program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). “Program P3DN merupakan salah satu dukungan strategis yang diharapkan menjadi pemicu penggunaan produk logam dalam negeri, terutama terhadap proyek-proyek yang dibiayai oleh APBN,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai pameran Steel Indonesia Expo 2016 yang akan diadakan pada bulan September, beliau mengatakan “Pameran tersebut untuk menunjukan kepada publik kemampuan industri baja dan logam dalam negeri dengan skala yang lebih besar”.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan menyatakan, industri logam memiliki peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. “Produk logam merupakan komponen utama dalam pembangunan sektor ekonomi lainnya, yaitu sektor konstruksi secara luas yang meliputi bangunan dan properti, jalan dan jembatan, ketenagalistrikan, dan lain-lain,” tuturnya.

Salah satu upaya Kemenperin dalam membina industri logam nasional adalah melalui pelaksanaan berbagai pameran, salah satunya pameran reguler di Plasa Pameran Industri. Melalui kegiatan pameran, diharapkan masyarakat mengetahui kemampuan industri logam di dalam negeri dan menyadari akan pentingnya penggunaan produk dalam negeri untuk memajukan industri logam nasional.

Pameran yang mengusung tema “Peningkatan Pangsa Pasar Domestik Produk Industri Logam Guna Mewujudkan Industri yang Berdaya Saing” ini digelar selama tiga hari, tanggal 24-26 Agustus 2016 dan dibuka untuk umum mulai pukul 10.00-17.00 WIB. “Pameran ini untuk mengawali pameran logam dengan skala lebih besar pada bulan September 2016,” ujar Putu.

Pameran ini diikuti sebanyak 35 perusahaan anggota asosiasi seperti Indonesian Iron dan Steel Industry Association (IISIA), Asosiasi Produsen Aluminium Ekstrusi Indonesia (APRALEX), Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I), Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (APKABEL), Asosiasi Produsen Kompor Gas Indonesia (APKOGI), Asosiasi Industri Tabung Baja (ASITAB), serta Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) Bandung.

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga