Pengujian Bahan Logam Part 1

Rabu, 3 Agustus 2016

Pada pembuatan suatu konstruksi diperlukan material dengan spesifikasi dan sifat-sifat yang khusus pada setiap bagiannya. Sebagai contoh dalam pembuatan konstruksi sebuah  jembatan. Diperlukan material yang kuat untuk menerima beban diatasnya. Material juga harus elastis agar pada saat terjadi pembebanan standar atau berlebih tidak patah. Salah satu contoh material yang sekarang banyak digunakan pada konstruksi bangunan atau umum adalah logam.

Pengujian bahan merupakan salah satu cara untuk mengetahui standar suatu bahan logam, logam yang akan dipakai untuk konstruksi terlebih dahulu diuji. Dalam proses pengujian bahan ada dua macam jika ditinjau berdasarkan sifat dari pengujian tersebut yaitu:

A.     Pengujian Destruktif

Sesuai dengan namanya pengujian ini bersifat merusak bahan yang diuji sehingga bahan yang diuji akan rusak atau cacat. Bahan yang diuji adalah bahan yang telah memenuhi bentuk dan jenis secara internasional umumnya ada beberapa pengujian destruktif  yaitu:

a. Pengujian Kekerasan

Pengujian ini dilakukan dengan dua pertimbangan yaitu untuk mengetahui karakteristik suatu material baru dan melihat mutu untuk memastikan suatu material memiliki spesifikasi kualitas tertentu. Berdasarkan pemakaianya dibagi menjadi : Pengujian kekerasan dengan penekanan(indentation test), Pengujian kekerasan dengan goresan (sratch test), Pengujian kekerasan dengan cara dinamik (dynamic test).

b. Pengujian Tarik 

Pengujian ini merupakan proses pengujian yang biasa dilakukan karena pengujian tarik dapat menunjukkan perilaku bahan selama proses pembebanan.

c. Pengujian lengkung

Pengujian ini merupakan salah satu pengujian sifat mekanik bahan yang diletakkan terhadap specimen dan bahan.

d. Uji impact

Dasar pengujian ini adalah penyerapan energy potensial  dari pendulum beban yang mengayun dari suatu ketinggian tertentu dan menumbuk material uji sehingga terjadi deformasi.

e. Uji struktur

Uji struktur mempelajari struktur material logam

f. Pengujian dengan larutan ETSA

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memeperjelas batas butir yang ada pada suatu material.

B.   Pengujian non-destruktif

Pengujian ini tidak merusak dan merupakan bagian dari pengujian bahan. Pengujian non-destruktif terdiri dari:

a.  Penetrant testing

Yaitu pengujian yang digunakan untuk melihat keretakan dan perositas dari suatu bahan.

b.  Magnetic particle testing

Pengujian yang juga biasa disebut dengan pengujian menggunakan partikel magnetic ini digunakan untuk diskontinuitas yang ada dipermukaan dan dekat permukaan.

c. Ultrasonic testing

Pengujian ini menggunakan metode gelombang suara dengan frekuensi tinggi.

d. Radiography

Yaitu pengujian dengan menggunakan x-ray untuk mendapatkan gambar dari material.

(bersambung)*

 

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga