Aplikasi Konstruksi Gabion

Rabu, 3 Agustus 2016

Aplikasi konstruksi gabion yang sangat umum digunakan adalah sebagai struktur penahan tanah, perkuatan tebing jalan, pelindung jembatan, pelindung tepian sungai, pelindung jalur kereta api, dll.

Groyness / Groundsill

Adalah konstruksi gabion yang digunakan untuk mengatasi masalah erosi disepanjang aliran sungai (terutama di tikungan aliran sungai). Pemasangan groynes gabian akan memperlambat aliran arus air, sehingga mengurangi gerusan air pada dinding tanggul sungai dan dapat mengumpulkan endapan lumpur di area tepi / dasar sungai

Lining / Pelindung Tepian Sungai

Aliran air dapat mengikis tepias sungai dan dapat membahayakan struktur tepi sungai karena pengikisan juga terjadi pada bagian pondasinya, sehingga dapat mengkibatkan kegagalan struktur penahan tanah dan mengakibatkan longsornya tebing sungai tsb. Susunan batu pada gabion yang masih berongga, dapat membuat menjadi sarana tumbuhnya rumput-rumput, yang menjadikan struktur gabion menjadi solid dan kelihatan hijau asri.

Retaining wall

Sebagai tembok penahan tanah terhadap tekanan tanah aktif dan beban-beban yang bekerja diatasnya. Konstruksi bronjong yang berat akan memberikan momen guling yang besar dalam menahan kelongsoran yang mungkin terjadi.

Pelindung Gorong-Gorong

Dikombinasikan dengan konstruksi gorong-gorong, sebagai pelindung gorong-gorong dalam menahan tekanan beban yang bekerja di atasnya sekaligus jugasebagai retaining wall

Pelindung Abutment Jembatan

Mencegah gerusan pada bagian konstruksi jembatan yang sangat vital, sehingga tidak mengganggu konstruksi jembatan secara keseluruhan akibat aliran air sungai pada bagian abutment tersebut

Cek Dam

Menahan butiran-butiran tanah / pasir yang terbawa aliran air sungai sehingga mengendap dibangunan cek dam yang dibuat, dan juga menaikkan muka air sungai pada bagian cek dam tersebut.

Keunggulan Konstruksi Gabion

Ada beberapa keunggulan yang dimiliki konstruksi gabion jika dibandingkan dengan konstruksi penahan tanah lainnya, diantaranya yaitu :

Fleksible, dapat mengikuti pergerakan tanah dibawahnya tampa merusak konstruksi secara keseluruhan (konstruksi beton mudah patah apabila ada pergerakan tanah, sehingga mudah hancur)

Permeable (tembus air). Sebagai dinding penahan tanah, sifat permeable akan mengurangi kekuatan takanan tanah aktif akibat air yang dapat mengalir melalui sela-sela batuan isi gabion. (Pada konstruksi beton yang kedap air, diperlukan ketebalan yang cukup untuk menahan takanan tanah dan air, sehingga biaya konstruksi menjadi tinggi)

Ekonomis, karena konstruksi gabion ini sederhana, dapat dikerjakan tanpa menggunakan peralatan / mesin berteknologi tinggi (cukup dengan tenaga manusia)

Dapat dipasang dilingkungan yang beragam, di air maupun ditempat kering, (sungai, pantai, gunung, dll)

Ramah lingkungan, karena terbuat dari bahan yang tidak mengandung zat kimia, sehingga tidak meracuni atau merusak lingkungan disekitarnya.

Mudah dibawa dengan tenaga manusia karena bobotnya relatif ringan dan mudah dalam pemasangannya.

Dapat diproduksi dengan ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan

Kekurangan Konstruksi Gabion

Bahan pembuat bronjong yang terbuat dari kawat berlapis galvanis tebal, tidak tahan terhadap kondisi air yang mengandung kadar garam tinggi atau kadar asam tinggi (lahan gambut). Pada kondisi ini lapisan galvanis akan mudah rontok, sehingga untuk lingkungan seperti ini penggunaan konstruksi gabion tidak disarankan

Konstruksi gabion memerlukan lahan yang lebar, dikarenakan ukuran gabion nya yang besar, sehingga tidak cocok diterapkan pada saungai-sungai dengan daerah aliran kecil

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga