Powder Metallurgy, Salah Satu Cara Pengerjaan Logam

Rabu, 22 Juni 2016

Proses produksi logam secara metalurgi serbuk sudah cukup dikenal sekitar abad ke – 18. Namun pada saat itu logam yang paling banyak diproduksi dengan proses metalurgi serbuk sebatas emas dan perak. Hal itu mungkin dikarenakan logam tersebut memilki sifat komersial yang tinggi dan membutuhkan waktu yang paling lama dalam prosesnya. Dan ketika mesin pres tekan mulai dipergunakan, yakni pada sekitar tahun 1870, metalurgi serbuk berkembang kepada bahan-bahan logam lainnya.

Metalurgi serbuk (powder metallurgy) merupakan teknologi pengerjaan logam di mana part atau komponen diproduksi dari serbuk logam. Untuk mendapatkan serbuk logam dapat menggunakan cara permesinan, penggilingan, proses reduksi, pengendapan elektronik, atomisasi dan shotting.

Proses pengerjaannya yakni serbuk logam ditekan menjadi bentuk yang diinginkan (dikenal dengan istilah pressing), selanjutnya dilakukan proses sintering. Sintering adalah proses pemanasan dibawah titik leleh untuk membentuk fase kristal baru sesuai dengan yang diinginkan dan bertujuan membantu mereaksikan bahan-bahan penyusun logam. Tujuan dari poses ini yaitu untuk semakin mengeraskan struktur logam dan pengeluaran gas yang terjebak dalam porositas bahan komposit (degassing) dari produk yang telah melewati proses pressing.

Serbuk logam jauh lebih mahal harganya dibandingkan dengan logam padat dan prosesnya. Proses ini hanya dimanfaatkan untuk produksi massal sehingga memerlukan cetakan (die) dan mesin yang mahal harganya. Harga yang cukup mahal ini dapat dibenarkan berkat sifat-sifat khusus yang dimiliki benda jadi. Proses metalurgi serbuk mampu bersaing dengan proses lainnya karena ketepatan ukuran sehingga tidak diperlukan penyelesaian lebih lanjut.

Beberapa produk yang dibuat melalui metalurgi serbuk antara lain untuk membuat komponen antara lain: pahat sisip, roda gigi, sprocket, fastener, bearing, dan komponen-komponen mesin lainnya.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga