Asosiasi karoseri Indonesia

Rabu, 22 Juni 2016

Keberadaan industri karoseri di Indonesia telah ada sejak tahun 70’an dan telah  berkembang dengan pesat sampai dengan akhir tahun 1986 dimana kurang lebih 350 perusahaan industri karoseri diseluruh Indonesia memproduksi berbagai jenis karoseri kendaraan angkutan barang dan angkutan penumpang dengan memodifikasi kendaraan pick up dan chassis truk menjadi kendaraan Mini Bus dan Bus yang saat itu sangat diperlukan oleh masyarakat dalam rangka  menunjang kegiatan ekonomi dan pembangunan  daerah di Indonesia.

Perkembangan industri karoseri ini didukung oleh kebijakan pemerintah dalam hal ini  Departemen Perindustrian R.I. (Sekarang Kementerian Perindustrian R.I. ) yang membatasi APTM anggota GAIKINDO yang hanya boleh memproduksi kendaraan sedan, ,pick up dan chassis kendaraan saja. Sementara Departemen Keuangan R.I. (sekarang Kementerian Keuangan R.I. ) dalam hal ini Direktorat Jenderal  Bea dan Cukai mengeluarkan Kebijakan yang tidak memberi peluang terhadap impor kendaraan sedan, dan bus CBU (baru dan bekas) ke wilayah Indonesia dengan menetapkan bea masuk sebesar 200% untuk kendaraan sedan dan bea masuk sebesar 100% untuk  impor Kendaraan Bus).

Namun seiring dengan perubahan kebijakan pemerintah seperti dicanangkannya peningkatan mutu produk kendaraan modifikasi/karoseri dengan full press body serta standarisasi produk kendaraan Minibus serta diberikannya izin in house produk minibus bagi APTM dan izin impor kendaraan bus baru dalam bentuk CBU, maka  industri karoseri mulai berguguran satu demi satu terutama industri karoseri yang memproduksi Minibus.

Kepengurusan Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) saat ini masih didominasi oleh pelaku usaha karoseri. Padahal sejatinya, menurut Sekretaris Jenderal Askarindo, TY Subagio, sebuah asosiasi lebih baik didominasi oleh profesional.



"Kalau pelaku usaha, mereka akan lebih fokus pada usaha mereka dibanding mengembangkan asosiasi," kata Subagio.

Subagio tercatat memulai kariernya di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di bidang Pembinaan Industri Kendaraan Bermotor. Salah satu yang diurusnya dalam bidang tersebut adalah karoseri.

Industri karoseri di Indonesia memiliki potensi besar untuk ekspor. Dia menyebut bahwa di Asia, hanya ada sedikit negara yang memiliki industri karoseri yang bisa memproduksi kendaraan niaga dalam jumlah besar.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga