Semester II Pembangunan Kereta Api Papua Akan Dilaksanakan

selasa, 24 Mei 2016

p { margin-bottom: 0.1in; direction: ltr; font-size: 11pt; line-height: 120%; text-align: left; }a:link { color: rgb(0, 0, 255); }

Dalam kunjungannya ke Manokwari, Papua Barat, awal pekan ini, Presiden RI Joko Widodo mengemukakan rencana pemerintah membangun jalur kereta api di Papua. 

 

Infrastruktur di daerah Indonesia timur, terutama Papua menjadi salah satu fokus program pembangunan Jokowi. Setelah pembangunan jalan raya, pelabuhan dan perbaikan beberapa bandara, tengah tahun ini akan mulai dibangun jalur kereta api yang membelah Bumi Cenderawasih itu.

 

Hal ini sebelumnya sempat disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalan rapat terbatas di Kantor Presiden,pada beberapa waktu yang lalu. "Saya berharap tahun ini juga yang di Papua bisa dimulai. Kalau tidak bisa semester I, ya semester II. Tapi tahun ini," tegas Jokowi.

 

Keinginan Jokowi ini dikarenakan pada 2016, Jokowi ingin pembangunan infrastruktur khususnya di bidang perkeretaapian bisa dipercepat, baik yang berada di luar Jawa maupun di Jawa.

 

setelah meresmikan Pelabuhan Wasior, presiden mengatakan bahwa pembanguan kereta api untuk wilayah papua akan dilakukan pada semester II."Insya Allah semester dua tahun ini. Dimulai entah dari Manokawari atau Sorong, kita lihat semester dua jalur kereta api di tanah Papua," kata Jokowi.

 

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut jalur kereta api Papua pada tahap awal bakal manghubungkan Sorong - Manokwari di Provinsi Papua Barat sepanjang 390 kilometer (km).


Pembangunan jalur KA Papua diprioritaskan untuk angkutan penumpang dan barang.

Dalam program percepatan pembangunan jalur kereta Trans Papua, kebutuhan dana untuk membangun jalur tersebut sebesar Rp 10,39 triliun. Kebutuhan dana ini masuk dalam penganggaran tahun 2015 sampai 2019.

 

Setelah rute Sorong-Manokwari, Kemenhub akan melanjutkan pembangun jalur KA untuk rute Manokwari di Papua Barat dengan Nabire serta Sarmi-Jayapura, di Provinsi Papua.

"Tahap awal memang Sorong-Manokwari, baru kemudian dikembangkan lagi. Semua trase ada di dalam rencana induk perkeretaapian," tambah Joice.


Jalur kereta di Papua nantinya akan menghubungkan kota hingga distrik di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua. Pengembangan ini masuk ke dalam rencana fase II untuk periode 2020-2024.

Sedangkan untuk rencana fase III di periode 2025-2030, proyek KA Papua akan menyambungkan Sarmi-Nabire-Timika. 

 

Meski sempat menimbulkan pro dan kontra soal pembangunan jalur kereta api di Tanah Papua, rencana pemerintah yang satu ini sepertinya tidak akan direvisi alias tetap berjalan.

Jokowi menambahkan, pembangunan kereta api di Papua akan menjadi sejarah tersendiri untuk Indonesia secara khusus Papua.

 

Presiden meminta masyarakat Papua untuk bersabar menunggu realisasi proyek tersebut.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga