“Management Tools For Operational Excellence”

Jumat, 13 Mei 2016

Indutri besi dan baja merupakan indutri yang kompleks, setiap unsur didalamnya sangat berkaitan erat. Dibutuhkan sistem manajemen yang baik, logisnya dengan sistem manajemen yang unggul maka indutri akan dengan mudah mengatasi masalah bahkan meminimalisir terjadinya masalah yang timbul dan semua target akan tercapai.

Merespon permintaan industri tentang bagaimana sistem managemen yang unggul maka pada tahun ini The South East Asia Iron & Steel Institute (SEAISI) mengadakan serangkaian seminar diberbagai negara, termasuk di indonesia.  Di indonesia sendiri SEIASI berkolaborasi dengan IISIA (Indonesian Iron & Steel Industry Association) menyelenggarakan seminar dengan mengetengahkan tema “Management Tools For Operational Excellence”.

Seminar ini bertempat di Hotel Bidakara Jakarta, pada tanggal 28 Maret 2016. Acara ini berlangsung pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 14.00 dan menghadirkan pembicara lintas negara yang telah memiliki pengalaman di bidangnya masing-masing.

Acara ini didahului dengan sambutan dari pihak IISIA. kemudian dilanjutkan pembahasan oleh Mr. Abud Alnator (OneSteel, Australia) dengan topik “Drivers of Operational Excellence”. Setelah itu  Mr. Toru Ono (Nippon steel and Sumitomo Metal Corporation, Jepang) menjelaskan “Steel as an Eco-Material”.

Kemudian Mrs. Kyoung Hee Park (POSCO, Korea Selatan) memaparkan “Introduction of POSCO Innovation and Visual Planning”, dan Mr. Kuo Huei Chen (Walsin Lihwa Co., Taiwan) dengan topik “The Tools applied to Production Quality Improvement and Management”. Acara dihadiri oleh para perwakilan pelaku industri besi dan baja indonesia yang bernaung di bawah IISIA, yang sangat antusias mengikuti jalanya acara.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan masukan dan penjelasan ke pelaku industri baja dan besi mengenai bagaimana penerapan sistem manajemen perusahaan yang baik dan efisien serta efektif guna mencapai tujuan perusahaan, khususnya di industri besi dan baja.jika biasanya tebal dak dan beton adalah 15 cm namun bila memakai floor deck ketebalannya cukup 12 sampai dengan13 cm. Ketebalan inilah yang menghemat pemakaian material bahan hingga 30 persen.

Agar hasil makin bagus dan sempurna, pemakaian floor deck harus memperhatikan beberapa hal berikut. Pertama, luas dan ukuran area yang akan di dak dihitung dulu dengan teliti dan cermat. Sehingga ketika memesan atau membeli floor deck tidak terjadi kesalahan dalam menentukan ukuran panjangnya. Selanjutnya sebelum dipasang, alangkah lebih baik untuk diteliti dudukan atau alas yang digunakan sebagai dasar untuk meletakkan floor deck. Alas atau dudukan ini haruslah benar-benar lurus dan rata, sehingga pelat floor deck dapat terpasang dengan baik dan sempurna pada tempatnya.

Ada hal yang tak kalah penting, floor deck  bukanlah merupakan suatu sistem konstruksi serta kerangka utama untuk menyangga dan menahan beban dari dak sehingga kita harus membuat perhitungan struktur antara kolom yang satu dengan kolom yang lain.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga