Suara Dari Baja

Jumat, 13 Mei 2016

Film dan soundtrack jadi dua hal yang saling melengkapi dan seharusnya saling menguntungkan. Bagaimana soundtrack bisa menstimulasi ingatan penonton akan sebuah judul film atau bahkan mendongkrak jumlah penonton.

Film adalah sebuah pengalaman visual yang tidak bisa dipisahkan dari suara yang mendukung film itu sendiri. Menentukan soundtrack bisa jadi sama rumitnya dengan membuat film.

Di dalam sebuah produksi film, ada 3 macam soundtrack, yaitu suara manusia dan efek suara atau biasa disebut music score dan music background atau lagu pendukung. Ketiga elemen tersebut harus demikian seimbang sehingga membangun efek-efek tertentu yang mendukung tiap-tiap bagian film.

Bagi film dengan genre horor, tentu saja memiliki butuh efek suara untuk menggambarkan adegan horor.

Ada satu alat musik yang biasanya digunakan dalam berbagai film horor, ialah waterphone. Alat musik waterphone sudah sering digunakan untuk memunculkan efek suara gemerincing seram dalam film Poltergeist, Let the Right One In, Dark Water, ALIENS serta banyak film horor dan thriller lainnya.

Richard A. Waters merupakan sosok yang menciptakan alat musik ini. Alat musik ini menggunakan bantuan benda cair/air untuk dapat bersuara. Selain itu, dapat dimainkan hanya menggunakan tangan atau jari kita namun bisa juga menggunakan bow layaknya memainka biola atau cello.

Jeruji-jeruji waterphone terbuat dari baja yang tingginya dibedakan dan disusun melingkar. Hampir mirip kandang burung. Waterphone terdiri dari bahan stainless, dan perunggu monolithic, sebuah instrumen akustik yang memerlukan air sebagai sarana utama pada interior ruang bagian dalam pipa–pipa atau batang–batang stainless steel kecil waterphone, juga  merangkap sebagai resonator atau penangkap suara yang hasilnya berbuah nada dan gaungan oleh air di dalamnya ketika disentuh oleh jari, atau bow.

Sifat air dalam waterphone terbagi menjadi dua jenis. Pertama, air diproyeksikan sebagai pemberat pada dasar pipa spiral yang menjadi suara akan jauh lebih rendah dengan posisi vertical, sedangkan sebaliknya, ketika dalam posisi horizontal suara akan jauh lebih tinggi. Lalu yang kedua, air berfungsi menciptakan bunyi akustik, schiziosonic, modulasi sebelum gaungan melalui gerak air, dan sifat air tersebut yang juga sangat berpengaruh pada benda logam, udara di sekitarnya.

Saat digunakan, waterphone bisa didudukkan atau dipegang tangan. Ketika jeruji-jeruji besinya digesek, langsung terasa nuansa kelam yang menghantui khas film seram. Meski berbentuk sederhana, alat musik ini mampu memunculkan banyak jenis "suara hantu".

Di lepas pantai barat Kanada, waterphone sering digunakan untuk memanggil paus. Memiliki model yang terbilang sederhana, waterphone dijual dengan harga selangit. Waterphone dijual mulai dari harga US$400 hingga US$1.500.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga