Palapa Ring, "“tulang punggung" tanpa APBN

Selasa, 3 Mei 2016

Palapa Ring adalah proyek pembangunan infrastruktur jaringan utama serat optik nasional yang ditujukan demi pemerataan akses broadband di Indonesia. Palapa Ring juga termasuk Proyek Infrastruktur Strategis Nasional sebagaimana tercantum dalam Perpres No. 3 Tahun 2013, yang juga dikategorikan sebagai Proyek Prioritas Nasional.

Terdapat tiga paket proyek Palapa Ring yaitu Paket Barat, Paket Tengah dan Paket Timur. Dengan panjang kabel fiber optik keseluruhan 8479 km dan nilai total proyek diprediksi sekitar US$ 230,64 juta.

Diketahui, pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menargetkan belanja untuk pembangunan infrastruktur sampai 2019 mencapai Rp 4.796 triliun sedangkan APBN dan APBD menyumbang Rp 2.817 triliun. Artinya harus ada back up oleh swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU)

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan “proyek Palapa Ring dengan skema KPBU, terutama AP (avalibility payment) yang dapat meningkatkan kelayakan proyek dan selama ini belum pernah digunakan dalam proyek infrastruktur lain. Sumber dana AP berasal dari Dana Kontribusi Universal Service Obligation (USO)”.

Pemerintah melalui PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) menjamin keberlangsungan proyek Palapa Ring. PT. PII menjamin berbagai risiko yang dialokasikan kepada penanggung jawab proyek kerjasama (PJPK) sebagaimana diatur dalam perjanjian kerjasama. Perseroan menjamin kelangsungan pembayaran dari PJPK kepada badan usaha.

Dalam skema KPBU ini merupakan pembayaran berkala selama masa konsensi berdasarkan pada ketersediaan layanan infrastruktur yang dibangun oleh badan usaha. Komponen yang dibiayai oleh AP adalah biaya modal, biaya operasional dan keuntungan wajar yang diinginkan badan usaha.

Target penyelesaian Proyek Palapa Ring pada akhir tahun 2018, pada 1 Januari 2019 mulai beroperasi sepenuhnya. Begitu selesai, Palapa Ring ini akan menjadi tulang punggung internet broadband bagi 33 provinsi di Indonesia.

Palapa Ring akan menyediakan akses internet minimal 20 Mbps di perkotaan dan 10 Mbps di pedesaan. Hal ini berguna untuk mengejar masyarakat ekonomi digital dalam hal ini e-commerce pada tahun 2020 yang proyeksinya mencapai US$ 130 milyar  sesuai road map e-commerce pemerintah.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga