Lebih Unggul Dari SNI

Selasa, 3 Mei 2016

Beberapa waktu lalu, Pemerintah mulai meningkatkan kembali pengawasan produk-produk baja yang tidak memiliki standar nasional Indonesia (SNI) atau di bawah SNI yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk menghadapi krisis global dan ancaman pasar dari negara lain, dan tentunya juga untuk menjaga keselamatan dari para konsumen.

Dalam zaman penuh dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini penggunaan baja menjadi semakin penting. Salah satunya dapat dilihat dari penggunaan baja dalam pembangunan rumah, gedung pencakar langit, pabrik, gudang dan sebagainya.  Penggunaan baja untuk gedung-gedung bertingkat sangat di butuhkan untuk menghemat waktu, biaya, dan dalam hal keamanannya.

Bagi gedung yang memiliki lantai lebih dari satu, tentunya sudah tidak asing lagi pada penggunaan floor deck. Floor deck digunakan sebagai pengganti triplek ketika pengecoran dag beton. Produk floor deck juga memiliki standar yang sudah di atur oleh pemerintah guna minimalisir segala kerusakan yang terjadi di kemudian hari.

Namun, apa yang sudah ditentukan oleh SNI bukan menjadi batasan bagi para produsen untuk memberi yang terbaik bagi para konsumen. Hal ini dibuktikan oleh PT Essar Indonesia, perusahaan terbesar ke dua dan perusahaan yang melakukan proses produksi dari hot roll coil hingga menjadi produk yang siap digunakan oleh para konsumen akhir ini selalu memberikan yang lebih dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh SNI. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing yang tinggi dan untuk memberi yang terbaik bagi konsumen khususnya konsumen di Indonesia.

Dalam standar yang sudah ditentukan untuk produk ini baik secara internasional atau indonesia, floor deck memiliki angka tarik minimum 570 MPa. Standar yang sudah di tentukan ini menjadi dasar acuan untuk membuat yang lebih baik lagi, dimana PT Essar dapat menciptakan angka tarik minimum sebesar 600 MPa.

Bukan hanya mengenai angka tarik minimum yang lebih dari standar yang ditentukan. PT Essar juga memberikan yang lebih kepada konsumen seperti yang di utarakan Bapak Donny Armadansyah selaku marketing PT Essar Indonesia “Dalam standar untuk floor deck dengan tebal 0,6 sampai  0,7 yang telah di tetapkan oleh SNI 200 gram per-m2, tetapi implementasi yang dilakukan oleh PT Essar 220 gram per-m2, disini memberikan lebih yang diberikan oleh PT Essar kepada konsumen dengan harga yang kompetitif.” ujar beliau.

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga