"cheot-garak" Dari Sejarah Hingga Kesehatan

Kamis, 24 maret 2016

Setiap wilayah tentunya memiliki tata cara makan yang berbeda-beda, meski di dalamnya tentu diajari nilai-nilai kesopanan dalam menyantap makanan yang disajikan.

Korea dan Jepang punya kesamaan dalam bersantap. Yakni, sama-sama menggunakan sumpit untuk mengambil lauk yang ada di mangkuk.

Sumpit khas Korea Selatan, atau yang lazim disebut ‘cheot-garak’ umumnya terbuat dari logam dengan bentuk yang lebih tipis dan pipih, dibandingkan sumpit dari negara-negara Asia lainnya, seperti Jepang atau China.

Ukurannya pun lebih pendek. Sumpit Korea, ukurannya berada di tengah. Lebih pendek dari sumpit Jepang dan lebih panjang dibanding sumpit China.

Menurut Gastro Tour Seoul yang dikutip laman Food Beast, sumpit Korea biasanya dibuat dari baja. Padahal, di era kejayaan Korea dulu, para bangsawan umumnya menggunakan sumpit yang terbuat dari emas, perak, atau perunggu.

Sejarah penggunaan sumpit logam dimulai pada Periode Baekje, sekitar 18 SM hingga tahun 660. Pada waktu itu, keluarga kerajaan menggunakan sumpit perak untuk mendeteksi racun dalam makanan. Pasalnya, warna perak akan berubah bila bersentuhan dengan racun kimia.

Dari situlah sejarah sumpit logam berkembang. Masyarakat Korea mencontoh pemimpin mereka dan menggunakan sumpit baja sebagai ganti perak. Umumnya, ujung sumpit berhias ukiran khas Korea, seperti burung Heron.

Alasan lain dari penggunaan sumpit logam karena bahan logam dipercaya lebih higienis dibanding kayu. Oleh karena itu, restoran tradisional di Korea biasanya menggunakan waktu ‘istirahat’ untuk mensterilisasi sumpit dalam sebuah mangkuk besar berisi air mendidih.

Bukan hanya mencontoh para pemimpin mereka terdahulu, ada alasan  lain untuk menggunakan sumpit baja. “Kebanyakan orang Korea makan pakai sumpit baja. Karena mereka menganggap kalau sumpit kayu itu kurang bagus," kata Chef Endang, juru masak dari Han Gang Korean Restaurant.

Sumpit dari baja memang agak sulit digunakan. Pasalnya, sumpit seperti ini akan lebih licin saat mengambil makanan dari mangkuk.

Meski demikian, hal tersebut sudah jadi kebiasaan masyarakat Korea dalam bersantap. Selain itu, sumpit ala Korea ini juga dianggap lebih higienis.

"Mereka tidak mau saat makan itu ada bahan kimia. Karena sumpit kayu imejnya rentan terkontaminasi. Maka dari itu mereka sering pakai sumpit dari stainless steel," pungkasnya

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga