Pembangunan Proyek Sejuta Rumah (Dilanjutkan)

Selasa, 22 Maret 2016

Program sejuta rumah yang diluncurkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat belum mencapai target. Hingga penghujung tahun 2015, baru 667.668 unit rumah yang rampung dikerjakan.

Jumlah tersebut meliputi 353.120 unit pembangunan rumah baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kemudian sebanyak 76.755 unit merupakan peningkatan kualitas atau renovasi rumah.

Syarif Burhanudin, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Perumahaan Umum dan Perumahan Rakyat meyakini program pemerintah membangun sejuta rumah bisa sukses terlaksana. Syarif mengakui pada awal pelaksanaan program ini sempat menghadapi kendala.

Kendala datang dari masalah perizinan yang lama dan biaya-biaya tak jelas saat mengurus izin. Namun, mulai tahun ini Syarif menegaskan hambatan tersebut sudah tidak ada. "Hambatan sudah hilang, regulasi yang menyulitkan sudah dipangkas," tandas Syarif.

“Sudah ada sejumlah pemimpin daerah melakukan percepatan dan mempermudah proses perizinan pembangunan proyek perumahan. Ada daerah yang memberikan diskon IMB. Ada juga yang menggratiskan IMB. Dari segi waktu juga sudah dipercepat menjadi hanya 14 hari saja” lanjutnya.

Meski gagal memenuhi target di tahun 2015, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meyakini target pembangunan sejuta rumah pada tahun ini akan tercapai. Kementerian telah mendapatkan anggaran lebih besar untuk melanjutkan program tersebut.

Memasuki tahun 2016, pemerintah memasang target dapat merealisasikan 700 ribu unit rumah. Dalam menatap target tersebut, pemerintah optimistis dapat tercapai. Hal itu lantaran sejumlah aspek fundamen tampak mendukung, seperti sumber pendanaan dan regulasi.

Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono mengatakan selain anggaran besar pihaknya juga mempercepat lelang kontrak sejumlah proyek. “Anggaran hampir dua kali lipat, saya lihat pembangunannya bisa (capai target),” ungkap Basuki.

Untuk pendanaan sendiri, sokongan dana dari pemerintah untuk realisasi meningkat dari sebelumnya Rp5,1 triliun menjadi Rp12,3 triliun dari FLPP dan Subsidi Bunga, hal ini dijelaskan oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus.

Sejumlah deregulasi pun dipastikan telah rampung pada awal tahun, yang nantinya dapat diimplementasikan pada 2016. Deregulasi tersebut salah satunya PP No. 83 tentang Perumnas yang dapat turut mendukung pembangunan rumah murah bagi MBR.

Tahun lalu, realisasi pembangunan satu juta rumah setara 67 persen. Sisanya, pembangunan rumah yang sebagian besar disubsidi oleh negara ini akan dikejar hingga kuartal I 2016. Pembebasan lahan menjadi kendala, meski pemerintah telah bekerja sama dengan pemerintah daerah, BTN dan Perumnas.