Baja Ringan Kian Mengidola

Selasa, 22 Maret 2016

Kian pesatnya pertumbuhan pembangunan di Indonesia harus diimbangi dengan kebutuhan bahan baku dalam proses pembangunan tersebut. Salah satu bagian terpenting dalam sebuah pembangunan pada sebuah rumah maupun perkantoran adalah atap.

Tanpa pelindung diberbagai cuaca ini, tentunya bangunan yang Anda miliki tidak memiliki harganya lagi. Maka dari itu, pemilihan bahan baku untuk penyangga atap mulai dipertimbangkan.

Kini sebagian masyarakat di Indonesia mulai beralih menggunakan baja ringan yang memiliki daya tahan lebih lama dan keunggulan yang lebih dibandingkan menggunakan kayu. Mulai banyaknya penggunaan baja ringan dibuktikan oleh salah satu produsen baja ringan PT Alsun Suksesindo yang mengalami peningkatan penjualan. “Setiap tahun relative meningkat,” kata Direktur Marketing PT Alsun Suksesindo Nicolas Kesuma kepada Tabloid Steel Indonesia.

Selain itu, meningkatnya penggunaan atap baja ringan juga di perlihatkan oleh pembangunan gedung sekolah, khususnya DKI Jakarta yang mengharuskan penggunaan baja ringan dalam membangun sebuah gedung sekolah.

Perusahaan yang berdiri sejak 1988 ini mampu memproduksi baja ringan hingga 10.000 ton dalam satu tahun. Perusahaan ini juga telah menguasai pasar di beberapa provinsi di Indonesia dan dapat memenuhi kebutuhan baja ringan di Indonesia sebanyak 20 % yang diperkirakan akan terus mengalami peningkatan.

“Sebagai contoh kami baru saja mengirimkan baja ringan ke Ethiopia. Kita juga pernah melakukan proyek bangunan sekolah, kantor-kantor, rumah sakit, dan bangunan pemerintahan” ungkap salah satu produsen asal Indonesia ini.

Namun, lanjut Nicolas, dirinya sangat menyayangkan masih banyak beredarnya baja ringan yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dapat membahayakan konsumen jika terus beredar di pasar Indonesia.

“Lemahnya proses SNI di Indonesia untuk produk yang beredar dan kami menolak beredarnya baja ringan yang tidak sesuai SNI,” tutupnya.

 

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga