Atap Baja Ringan Aman Atau Berbahaya?

Selasa, 22 Maret 2016

Akhir-akhir ini Anda mungkin sering mendengar berita tentang ambruknya atap bangunan yang menggunakan rangka atap baja ringan. Hal tersebut menjadi keraguan bagi sebagian masyarakat untuk menggunakan atap baja ringan. Karena sesungguhnya setiap orang menginginkan hunian yang nyaman dan aman terbebas dari berbagai masalah  yang terkadang muncul saat musim hujan tiba. Seperti rembesan air hujan di atap, plafon dan dinding-dinding rumah.

Sebenarnya rangka atap baja ringan merupakan jawaban dari permasalahan rumah di daerah tropis yang cenderung lembab sehingga menyebabkan lapuk pada kayu dan gangguan rayap.

Pada era sekang ini, atap baja ringan mulai booming di pasaran. Rangka baja ringan bermutu tinggi dan memiliki sifat ringan dan tipis. Baja ini dikenal dengan cold form steel atau dibentuk setelah dingin.

Meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang tinggi sekitar 550 MPa. Berbeda dengan baja biasa sekitar 300 MPa. Kekuatan tarik dan tegangan ini untuk mengkompensasi bentuknya yang tipis. Ketebalan baja ringan yang beredar sekarang ini berkisar dari 0,4 mm-1mm. Kualitasnya yang tinggi membuat harganya juga tinggi. Baja dijual per kg dan harganya mahal.

Orang yang menggunakan baja ringan dianggap merupakan orang yang mengerti investasi. Karena, jika dihitung secara finansial, penggunaan rangka baja ringan akan menguntungkan pemilik bangunan.

Namun seiring dengan banyaknya kasus atap baja ringan yang ambruk membuat kekhawatiran tersendiri bagi para calon pengguna atau pengguna atap baja ringan. Apakah atap baja ringan benar-benar dapat digunakan sebagai alternatif yang sangat menguntungkan dan memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dari atap kayu?. Kenapa banyak atap baja ringan yang ambruk?. Mungkin pertanyaan itu muncul di benak para konsumen terkait kasus yang sering terjadi.

Berikut ada beberapa cara yang dapat menyebabkan rubuhnya atap baja ringan

1. Kesalahan perencanaan. Bisa karena perencanaan kurang kompeten atau gambar perencanaan yang kurang detil dan lengkap.

2. Kesalahan pelaksanaan. Pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan.

3. Ketentuan proyek yang tidak jelas. Kurangnya komunikasi antara pemilik dan pengembang akan menyebabkan berbedanya ekspektasi pemilik awalnya dengan yang dihasilkan.

4. Lokasi yang berisiko. Daerah rawan gempa, longsor atau angin kencang bila tidak dilakukan perhitungan dengan tepat akan menyebabkan bangunan ambruk.

5. Material yang tidak bermutu. Baja ringan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis dan beban yang ditahan bisa menyebabkan pula atap ambruk.

6. Kesalahan pemakaian. Beban yang tidak sesuai dengan rencana dan fungsinya bisa menyebabkan ambruknya atap.

Oleh sebab itu, dalam memasang baja ringan yang baik dan benar, sebaiknya dipasang oleh yang sudah ahli atau berpengalaman memasang. Sehingga tidak terjadi kekhawatiran akan penggunaan atap baja ringan yang mudah rubuh dan penggunaan atap baja ringan benar-benar dapat digunakan sebagai salah satu bentuk investasi.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga