Proyek Kereta Api Trans Sulawesi Andalkan Industri Dalam Negeri

Jumat, 12 Februari 2016

Pemerintah Indonesia saat ini tengah membangun jaringan moda transportasi darat Kereta Api (KA) pada salah satu pulau terbesar di Indonesia yaitu Pulau Sulawesi. Pembangunan jaringan KA yang disebut sebagai Rel KA Trans Sulawesi ini  bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah dengan saling menghubungkan wilayah satu dengan wilayah lainnya dengan transportasi yang terbilang sangat murah dan cepat dalam penggunaannya ini.

Dalam pengerjaannya, proyek KA Trans Sulawesi termasuk daftar agenda Pemerintahan Jokowi-JK hingga akhir masa jabatannya pada tahun 2018. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan untuk mengandalkan Industri Lokal Indonesia yang berdampak baik bagi perkembangan industri tersebut.

Perusahaan yang diandalkan dalam proyek pembangunan Rel KA di Sulawesi ini ialah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sejatinya berkaitan dalam pembangunan proyek ini. Perusahaan tersebut diantaranya adalah PT INKA yang akan membuat gerbong kereta. Saat ini, perusahaan milik negara ini tengah melejit namanya di pasar internasional. Baru-baru ini PT INKA telah menerima pesanan sebanyak 44 gerbong kereta api dan menggarap pesanan 150 gerbong pesanan dari Banglades senilai RP. 900 Miliar.

Selain itu, PT Wijaya Karya juga turut berpartisipasi dalam  proyek Rel KA Trans Sulawesi rute Makassar-Parepare sepanjang 145 kilometer dengan memproduksi bantalan rel dan dibantu oleh PT Pindad yang membuat pengunci rel kereta api. Sedangkan untuk Rel kereta api Indonesia masih impor dari negeri sakura Jepang.

Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo juga menunjuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator KA yang nantinya akan meluncur di tanah Sulawesi itu.

Saat ini pembangunan Rel KA tersebut tengah memasuki tahap pertama dengan pembuatan jalur sepanjang 16 kilometer dengan rute Makassar-Barru yang diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2015. Keberadaan transportasi darat ini tentunya akan merubah wajah dan pola perekonomian masyarakat dengan lebih efisien.

Anggaran yang dikucurkan untuk transportasi massal dengan jalur sepanjang 145 kilometer di Sulawesi ini menelan biaya Rp 10,8 Triliun dari Anggaran Belanja Negara (APBN) yang terdiri dari proyek Rel KA Makassar-Parepare sebanyak Rp 971 Miliar, Rp 771 Miliar untuk konstruksi dan Rp 200 Miliar untuk pembebasan lahan warga yang akan dilintasi jalur KA Trans Sulawesi.

Dalam proyek ini semua terfokus pada masyarakat Sulawesi, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan berencana untuk mengirimkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk menempuh pendidikan di Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun. Langkah ini akan dilakukan secara bertahap oleh Pemprov Sulawesi Selatan seiring dengan pembangunan Rel KA Trans Sualwesi.

Pada jalur KA sepanjang 145 kilometer ini akan tersedia 23 stasiun  yang direncanakan selesai pada tahun 2018 mendatang. Setelah itu, jalur KA Trans Sulawesi melanjutkan pembangunan dengan rute selanjutnya yaitu Parepare-Manado, yang akan melintasi beberapa kota yang diantaranya adalah Mamuju, Palu, Gorontalo, Bitung dan Manado.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga