Keindahan dan Keuntungan Kerajinan Aluminium

Kamis, 11 Februari 2016

Berbagai usaha olahan seni dari kayu telah sering ditemukan di masyarakat. Namun tentu berbeda dengan seni ukur dengan bahan dasar aluminium. Para pengerajin kini mulai melirik bahan baku aluminium sebagai bahan dasar utama untuk membuat kerajinan.

Seni ukur mengalami perkembangan dengan memanfaatkan berbagai macam bahan untuk dibuat kerajinan khas. Seni motif ukiran Bali dengan menggunakan media aluminium belum begitu populer di masyarakat.


Ketut Sukra merupakan salah satu pengrajin aluminium dari Desa Menyali Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali.  “Usaha seni ukir membuat kerajinan ini sudah lama kami geluti, kebanyakan pengerajin berasal dari satu desa yang sama. Kerajinan ukiran aluminium ini menjadi pemasukan tambahan buat kami di keluarga.” Ujarnya.


Beliau pun menjelaskan, pola mengerjakan kerajinan aluminium dengan cara dipahat, dan dalam proses pengerjaannya melibatkan empat orang pekerja. Berbagai karya motif unik telah dibuat untuk menambah rangsangan minat pembeli. Dimana para konsumennya di dominasi oleh ibu rumah tangga. “pembelinya cukup banyak dan didominasi kalangan ibu-ibu rumah tangga. Kalau menjelang hari raya keagamaan pembelinya banyak membeli unruk perlengkapan upacara, jelasnya.


Hasil karya sukra telah merambah ke sejumlah hotel-hotel dan pedagang pengecer di kawasan Kuta, Denpasar, Gianyar dan mampu menembus pasar expor hingga ke Australia.


Helm Ukir Aluminium Kota Gede


Meski awalnya dari para tidak menggunakan aluminium sebagai bahan dasar, namun  pengrajin perak di Kota Gede Yogyakarta mulai menekuni usaha pembuatan kerajinan helm ukir aluminium. 


Helm ini banyak diminati perusahaan tambang nasional." Sekarang konsentrasi membuat helm ukir aluminium karena banyak diminati perusahaan-perusahaan tambang untuk kenang-kenangan," kata ketua Asosiasi Pengrajin dan Pengusaha Kecil Mataram (Asperam), Pandit Anggoro di Yogyakarta.


Menurut Pandit, inisiatif untuk menekuni pembuatan helm ukir aluminium itu bermula dari permintaan pengusaha tambang di Kalimantan yang selanjutnya hasilnya diminati para pengusaha lain.


Harga satu unit helm ukir dipatok mulai Rp 850.000 hingga Rp 1 juta tergantung ukuran dan tingkat kerumitan ukiran yang dipesan. Perusahaan tambang yang telah banyak memesan antara lain perusahaan yang beroperasi di Kalimantan, Riau, dan yang berkantor di JakartaA


 "Rata-rata 100 helm ukir sekali pesan. Ada juga yang memesan satuan," Ujarnya.


Kerajinan aluminium diminati karena proses pembuatannya lebih mudah dan harga bahan bakunya murah yakni Rp 1 juta per 20 kg, sedangkan bahan baku perak (perak acir) masih mencapai Rp 9 juta per kg.


Dengan potensi kerajinan helm ukir itu, Pandit berharap pemerintah daerah dapat membantu mempromosikan serta memfasilitasi akses ekspor. 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga