Armada Laut Karya Anak Bangsa

Senin, 4 Januari 2016

Banyak upaya yang dilakukan pihak Indonesia untuk melindungi keutuhan, kesatuan dan kekuatan bangsa Indonesia.

Indonesia memiliki banyak cara yang dapat dilakukan untuk melindungi keutuhan, kesatuan dan kekuatan bangsanya, salah satunya ialah dengan tersedianya armada laut yang canggih. Kini anak bangsa sudah mampu untuk memproduksi kapal perang yang canggih.

Ada beberapa jenis kapal perang canggih karya Anak Bangsa antara lain Kapal Induk Helikopter dibuat oleh PT PAL Indonesia. KRI Banda Aceh dibuat oleh PT PAL Indonesia. Kapal cepat Rudal (KCR) yang sedang dikembangkan oleh PT Lundin Industry Invest. KRI Kujang 642 dibuat oleh PT Palindo Marine Indonesia. KRI Banjarmasin 592, kapal ini dulunya dibuat oleh Korta Selatan dan sekarang dibuat di PT PAL Indonesia. KRI Krait 827 di buat atas kerja sama Faasharkan TNI AL Mentigi dan PT BES Batam.KRI Alkura 830 yang dibuat faasharkan Batam. KRI Cluit 641 yang dibuat oleh PT Palindo Marine Industries.

Kekuatan militer Indonesia harusnya sudah mulai diperhitungkan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa negara yang mulai tertarik untuk memiliki kapal perang milik Indonesia. Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah Arifin mengatakan beberapa negara melirik kapal perang produk Indonesia lantaran kecanggihannya. Beberapa negara sudah mulai bernegosiasi untuk pemesanan," ujarnya.

Beliau juga menjelaskan Uni Emirat Arab (UEA) tertarik membeli kapal jenis LPD, seperti yang dipesan Filipina. Ketertarikan UEA diungkapkan ketika petingginya melihat langsung KRI Banda Aceh saat evakuasi ekor pesawat Air Asia. Sebelumnya, negara yang telah memesan dan kini sudah memasuki tahap akhir adalah Filipina. Negeri tetangga ini membeli dua kapal perang tipe strategic sealift vessel (SSV).

Menurut Firmansyah, dua kapal perang berukuran panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter itu merupakan alat utama sistem senjata pertama yang diekspor ke negara lain. Pengiriman kapal pertama akan dilaksanakan dengan kontrak 28 bulan, yang akan diluncurkan pada Desember 2015. Sedangkan kapal kedua sekitar 36 bulan.

Pesanan dari Filipina diperoleh setelah BUMN itu menang tender internasional US$ 90 juta dengan menyingkirkan tujuh perusahaan, termasuk dari Korea Selatan. "Kami menang karena pengalaman. Militer Filipina yakin bahwa kapal yang dipesan itu sudah dipakai di negara kita," ucapnya.

Sesuai dengan peraturan pemerintah, tingkat kandungan komponen dalam negeri (TKDN) kapal perang yang diekspor ke Filipina telah memenuhi regulasi, yakni 30-35 persen. PT PAL pun menyiapkan strategi jangka panjang, yakni seluruh komponen kapal perang canggih bikinan tangan-tangan anak negeri.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga