Kontribusi Pabrikator Jembatan Pada Kemandirian Infrastruktur

Senin, 4 Januari 2016

Data Kementerian PUPR menyebutkan tahun 2015 total kebutuhan baja mencapai 1,8 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60% masih impor dari negara produsen baja seperti Spanyol, Australia, dan China.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merancang standarisasi desain jembatan yang akan dibangun tahun ini. Rencananya, konstruksi jembatan tahun depan akan menggunakan 80% baja lokal.

Semua bahan baku jembatan akan dikerjakan secara nasional dengan spesifikasi bahan baku yang ditentukan. Salah satunya adalah kebutuhan baja untuk struktur jembatan. Dimana nantinya para produsen pabrik baja akan menyesuaikan bahan baku dengan standar tersebut. Selanjutnya, pemasangan bahan baku dalam pembangunan jembatan akan berlangsung secara massal sehingga lebih efisien.

Berdasarkan akan adanya standarisasi untuk jembatan, para pabrikator jembatan menyambut baik intruksi dari Bapak Wakil Presiden. Sehingga terbentuk asosiasi yang nantinya akan menjadi wadah bagi para pabrikator tersebut.

Asosiasi Pabrikan Jembatan Baja Indonesia (APJEBI) merupakan asosiasi baru yang menaungi para pabrikator jembatan di Indonesia. APJEBI berhasil melaksanakan Musyawarah nasional (MUNAS) pertamanya pada hari Rabu, 16 Desember 2015 yang lalu.

Dalam MUNAS ini dihadiri oleh para Pimpinan dari Kementrian Umum dan Perumahan, Perusahaan Swasta, Perusahaan Pemerintah  (BUMN) , Produsen Baja serta Asosiasi yang terkait.

DR. IR. Heddy Rahadian M. Sc seleku Direktur Jembatan Kementerian PUPR dalam acara MUNAS yang terselenggara di Park Hotel, menyampaikan pentingnya asosiasi karena “Assosiasi sebagai media partner untuk bagaimana menjadi kompetitif adventif” jelasnya.

Acara yang mengusung tema “APJEBI Siap Berkontribusi Pada Kemandirian Infrastruktur Bangsa”, berlangsung selama setengah hari dan dibuka oleh sambutan oleh Bapak Agus Hermawan untuk laporan ketua panitia, Ibu Sofiah Balfas selaku Ketua Umum APJEBI, DR. IR. Heddy Rahadian M. Sc selaku Direktur Jembatan Kementerian PUPR, Bapak Ir. Hediyanto W. Husaini, MSCE, M.Si selaku DIRJEN Bina Marga.

Bapak Hediyanto menjadi penutup dari serangkaian sambutan yang ada, dan menyampaikan pentingnya standarisasi agar mencegah orang luar masuk di dalam pasar tunggal MEA.

Di dalam acara juga terjadi diskusi atau sharing antar tamu undangan mengenai pengetahuan dan permasalahan jembatan yang ada di Indoneisa dan di luar negeri. Tidak sedikit orang terlibat dalam diskusi ini.

Acara dilanjutkan pada sesi penyerahan bendera pataka ke Ketua APJEBI, sebagai tanda peresmian. Dan pemberian Plakat tanda diakhirinya acara Musyawarah nasional Asosiasi Pabrikan Jembatan Baja Indonesia.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga