Jembatan Memiliki Standar Di Tahun 2016

Senin, 4 Januari 2016

Pembuatan jembatan termasuk sesuatu yang membutuhkan ketelitian khusus, karena dapat menjadi manfaat bagi moda transportasi darat.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, jembatan memilik berbagai jenis sesuai dengan kebutuhannya, baik itu berdasarkan fungsi jembatan tersebut, dimana jembatan itu di bangun, bahan kontruksi yang digunakan maupun tipe struktur yang di aplikasikan pada jembatan.

Akan adanya perubahan sistem pembangunan jembatan nasional, dimana jembatan akan memiliki standarisasi pada tahun 2016. Para pabrikator jembatan menanggapi hal tersebut dengan serius.

Keseriusan ini dapat dilihat dari terbentuknya asosiasi baru yang digawangi oleh sembilan pabrikator jembatan Nasional. Assosiasi ini bernama Asosiasi Pabrikan Jembatan Baja Indonesia (APJEBI).

Mengenai asosiasi sendiri, Indonesia merupakan negara yang paling banyak memiliki assosiasi. Menurut DR. IR. Heddy Rahadian M. Sc selaku Direktur Jembatan Kementerian PUPR “Assosiasi sebagai media partner untuk bagaimana menjadi kompetitif adventif” jelasnya.

Beliau pun menjelaskan “Bina marga bukan konsumen yang besar, kita sudah banyak membangun kerangka baja, tapi kembali bahwa diharapkan pabrikan industri baja bukan hanya supply kerangka baja tetapi juga menjaga kompetitif dari teknologi”

Permasalahan jembatan yang ada pun bermacam-macam. Bapak Heddy juga mengungkapkan bahwa “Permasalahan yang sering terjadi pada bagian lantainya, meski sudah dilakukan banyak upaya untuk memperbaikinya hasilnya tetap tidak memuaskan” terangnya.

Kerjasama antara pemerintah dan para pelaku industri baja juga diperlukan agar wacana kontruksi jembatan menggunakan baja lokal bukan hanya sekedar pembahasan tapi terrealisasi.

Ir. Hediyanto W. Husaini, MSCE, M.Si selaku DIRJEN Bina Marga menyampaikan pentingnya standarisasi agar mencegah orang luar masuk di dalam pasar tunggal MEA. Jika para investor asing akan masuk ke Indonesia, syaratnya mereka harus bisa berbahasa Indonesia.

Diharapkan dengan adanya penerapan standar pada jembatan ini. Jembatan yang ada di seluruh Indonesia memiliki keseragaman. Sehingga tidak ada lagi perbedaan kualitas antara jembatan di kota-kota besar dan di daerah, jembatan di Pulau Jawa dan di Luar Pulau Jawa.

Pabrikator Jembatan Dukung Program Kementrian PUPR

Sementara itu, salah satu pabrikator jembatan Karunia Berca Indonesia (KBI) mengaku mendukung penuh program Kementrian PUPR. Hal itu disampaikan GM Project & Engineering KBI Louis Karema yang sangat antusias dalam menyukseskan program ini.

“Sangat mendukung penuh program standarisasi jembatan yang dilakukan pemerintah,” kata Louis.

Standar yang ditetapkan untuk lebar jembatan oleh Bina Marga adalah 8-9 meter untuk jembatan tipe A, 6-7 meter untuk jembatan tipe B, dan 4-5 meter untuk jembatan tipe C. KBI sendiri merupakan salah satu anggota APJEBI yang mampu memiliki kapasitas pasang hingga 40.000/tahun.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga