Kiprah ATMINDO Produksi Boiler Lokal

Selasa, 8 Desember 2015

Berdiri pada 1926, PT ATMINDO berawal dari bengkel perbaikan mesin dan alat perkebunan. Mulai 1972, perusahaan telah dikenal menjadi produsen boiler. Pengalaman lebih dari 40 tahun membuat PT ATMINDO sudah memahami pentingnya menjaga kepercayaan konsumen.

Engineering Manager PT ATMINDO Jhonson Silalahi, menjelaskan keunggulan dari produk boiler ATMINDO karena memakai membrane wall, yang mana di antara pipa yang satu dengan yang lain dipasang FIN dan dilakukan pengelasan full (Full Welding) sehingga membentuk panel wall. Di dalam menghasilkan panel membrane wall full welded yang berkualitas baik, PT ATMINDO telah menggunakan teknologi terbaru dengan mesin las otomatis yang lebih modern untuk dapat memenuhi standar yang dibutuhkan. 
Sedangkan, boiler konvensional bukan dengan pengelasan full dimana diantara fin pipa yang satu dengan yang lain hanya dilakukan tack weld. Boiler ATMINDO tidak lagi memakai refractory yang umumnya dipakai sebagai bahan penahan panas. Menurut Jhonson, dengan model membrane wall ini boiler akan dilapisi oleh rock wall dengan tebal 4 inch dan hal ini sangat efektif dalam menahan panas. Dengan menggunakan membrane wall, sistem pembakaran boiler lebih sempurna karena energi panas hasil pembakaran akan langsung diserap oleh pipa dengan cara konveksi dan radiasi. Grate atau tungku pembakaran juga terbuat dari pipa juga dengan membrane wall dan water cooled. Keunggulannya adalah jumlah pembakaran akan lebih cepat karena grate juga berfungsi sebagai heating surface. Sehingga apabila tidak ada udara dari primary air (bawah) grate tidak akan terbakar karena pendingin tetap dilakukan oleh air yang ada di dalam pipa. Bahan bakar yang digunakan boiler ATMINDO bersumber dari cangkang, fibre, batubara, dan wood/wood chip. Menurut Jhonson Silalahi, bahan baku pembakaran boiler dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen.

Manufacturing Manager Wilmar Nainggolan, menambahkan saat ini PT ATMINDO menghasilkan tiga jenis boiler yaitu Water Tube Boiler, Combi boiler, dan Fire Tube boiler. Water tube boiler dilengkapi dengan membrane wall dan water cooled grate. Kapasitas yang dimiliki water tube boiler adalah minimal 15 TPH (Ton Per Hours), dengan tekanan boiler antara 20 bar-40 bar. Combi boiler merupakan kombinasi dari water tube boiler dan fire tube boiler. Desain kapasitasnya yaitu 5 ton per jam-12 ton per jam dan tekanan boiler adalah 12 bar-23 bar. Tak hanya itu, jenis fire tube boiler masih diproduksi ATMINDO. Boiler jenis ini hanya untuk berkapasitas rendah. Nilai tambah lain dari boiler ATMINDO telah dikenal menjadi pelopor vibro grate. Teknologi ini akan membantu operator dalam pembuangan abu, karena tungku pembakaran bergerak otomatis menurunkan debu. Sedangkan fix grate, operator harus mengambil debu sendiri sehingga kurang efisien dalam pekerjaan. Selain boiler, PT ATMINDO juga memproduksi pressure vessel seperti sterilizer body, sterilizer door, steam deaerator, back pressure vessel dan juga peralatan mechanical pabrik lainnya. Untuk itu, perusahaaan sangat teliti memeriksa hasil produksinya. Suparlan, Quality Assurance Manager mengungkapkan setiap boiler wajib melewati pengawasan mutu sebelum sampai di tangan pembeli. Pengecekan dilakukan mulai dari incoming material, saat proses fabrikasi, finish fabrikasi dan ready for shipment. “Kami ingin memastikan mutu boiler tidak mengecewakan pembeli,” paparnya.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga