Produsen Dalam Negeri Nasional Siap Dukung Proyek Transmisi 46.000 Kms

Senin, 7 Desember 2015

Dari sisi peraturan, Kemenperin telah memberikan ketentuan mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui Peratutan Menteri Perindustrian Nomor 54 tahun 2012 Tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Sejalan dengan peraturan ini, pemerintah ingin menyediakan pangsa pasar untuk produsen peralatan listrik dalam negeri. Pemihakan pada industri dalam negeri itu juga demi mengoptimalkan kapasitas produksi industri logam, baja dan kelistrikan yang berujung pembukaan lapangan kerja dan meningkatnya arus investasi.

Selain menetapkan industri dalam negeri selaku pelaksana pembangunan tower transmisi, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian bersama dengan industri dalam negeri telah menyusun usulan harga satuan tower yang sedang dalam proses review tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Industri dalam negeri, mulai dari industri bahan baku, pemanufaktur dan industri pendukung lainnya, akan menjadi pelaksana rencana pembangunan ini dalam rangka mencapai kemandirian nasional," tegas Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam acara Dialog Nasional Indonesia Menyala dengan tema Produksi Dalam Negeri Siap Mendukung Pelaksanaan Pembangunan Tower Transmisi 46.000 km yang diadakan oleh Aspatindo, di Hotel Ritz Charlton, Rabu 11 November 2015.

Acara yang menghadirkan antara lain pabrikan tower dalam negeri yang tergabung dalam Asosiasi Pabrikan Tower Indonesia (Aspatindo).

Tercatat ada 16 pabrikan tower yang tergabung dalam Aspatindo; Armindo CaturPratama, Bukaka Teknik Utama, DutaCipta Pakarperkasa, Citramasjaya Teknikmandiri, Gunung Steel Construction, Hamasa Hutama, Karunia Berca Indonesia, Kokoh Semesta, Multi Fabrindo Gemilang, Tehate Putratunggal, Twink Indonesia, Wijaya Karya, Kurnia Adijaya Mandiri, Karya Logam, Telehouse Engineering, Danusari Mitra Sejahtera.

Acara dibuka oleh sambutan dari ketua panita Ir, Singgih Wasesa dan dilanjutkan Ketua Aspatindo S. Hapasari, lalu Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN Nasri Sebayang, Dirut PT Krakatau Steel Sukandar, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman, dan ditutup oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Lalu dilanjutkan dengan penekanan tombol  tanda kesiapan para Stakeholder mendukung pelaksanaan pembangunan tower Transmisi 46.000 KMs

Acara yang berlangsung setengah hari ini dilanjutkan dengan sesi dialog dan pemaparan Dirjen ILMATE I Gusti Putu Suryawirawan bersama Stakeholder lainnya kepada peserta yang dimoderatori oleh Dedi Gumelar alias Miing sekaligus MC dalam acara ini membuat suasana dengan candaan yang segar.

Pemberian piagam tanda diakhiri acara Dialog Nasional ini kepada para narasumber.

Secara terpisah, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN Nasri Sebayang meminta Saleh mendorong pembangunan industri komponen infrastruktur ketenagalistrikan di dalam negeri, khususnya isolator.

Isolator untuk transmisi listrik saat ini masih tergantung impor.

“Kami mohon kepada Bapak Menteri, khususnya isolator, untuk dibangun industri dalam negeri,” ucapnya.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga