Sempat “Mati Suri” 16 Tahun Tol Becakayu Akhirnya Bangkit

Senin, 7 Desember 2015

Groundbreaking dilaksanakan di daerah Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat (17/10/2014). Dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum yang masih dijabat Djoko Kirmanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali, Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk M. Choliq selaku pemegang konsesi tol, serta Wali Kota Jakarta Timur HR Krisdianto.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjelaskan soal 'bangkitnya' kembali proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Menurutnya Pembangunan tol ini dilanjutkan kembali setelah lama terbengkalai selama 16 tahun  menyisakan beton-beton, karena ada alasan yang mendasar. Basuki menjelaskan bahwa alasan pemerintah melanjutkan kembali pembangunan jalan tol yang mangkrak sejak krisis moneter ini adalah karena keberadaan jalan tol ini sangat dibutuhkan publik.

Di kawasan Kalimalang, tampak pekerjaan sudah menunjukkan perkembangan yang positif. Tiang-tiang pancang yang akan menjadi penopang utama jalan tol layang ini telah berdiri kokoh di sepanjang pinggiran sungai Kalimalang, Jakarta Timur. "Dengan adanya tol ini juga dimaksudkan untuk memperlancar arus barang dan manusia. Karena banyak orang Bekasi yang bekerja di Jakarta. Banyak juga barang produksi kawasan industri di Bekasi yang jadi konsumsi di Jakarta. Jadi ini memperlancar," kata Basuki. "Jadi harapannya, yang tinggal di Bekasi tidak pindah ke Jakarta, juga kawasan-kawasan industri di Bekasi punya akses yang lebih lancar dalam mengirim barang ke Jakarta," pungkasnya.

Perlu Kajian

PT Jasa Marga (persero) Tbk akan mengkaji kelayakan proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) sebelum mengambil alih proyek tol tersebut. Proyek tol tersebut sudah tidak lagi dikerjakan oleh investornya, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM).

Ruas tol Becakayu terbengkalai sejak tahun 1998 akibat krisis ekonomi. PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) sebagai pemegang konsesi tol ini tidak mampu menyediakan modal sebesar Rp 2 triliun dari total investasi Rp 6 triliun.

Perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) Becakayu di pegang oleh PT KKDM yang merupakan konsorsium lima perusahaan yakni PT Tirtobumi Prakarsatama dengan kepemilikan 44,47%, PT Citra Mandiri sukses Sejati (35,26%), PT Indadi Utama (16,75%), PT Remaja Bangun Kencana (2,02%), dan PT Jasa Marga (1,5%).

Investor tol tersebut sudah memperoleh komitmen kredit dari sindikasi 15 bank yang dipimpin oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk senilai Rp 4,01 triliun atau 70% dari total biaya investasi proyek tersebut. 

Tol Becakayu terdiri dari 2 seksi yaitu Seksi I Casablanca-Jakasampurna dan Seksi II Jakasampurna-Duren Jaya Bekasi. Panjang Seksi I adalah 11 km, dan Seksi II 10,04 km.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga