Bisnis Belah Kapal yang Menggiurkan

Senin, 19 Oktober 2015

Usaha jual beli kapal memang bisnis menjanjikan. Setiap bagian kapal bisa diolah menjadi fulus. Olahan kapal tua menjadi besi rongsokan mampu mendatangkan duit mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah.



Setiap potongan besi kapal sudah mempunyai penampung atau pesanannya masing masing. Saban potongan biasa disebut bahan terdiri dari kuningan, tembaga, logam, dan terakhir besi. Beberapa bahan seperti siku, plat, pipa, mur, sampai baut besi pun bisa menjadi fulus.


"Semua sudah ada pembelinya. Harganya berbeda beda karena memang tidak semuanya besi yang ada di kapal itu," kata pengusaha besi bekas Abu Bakar yang sudah lima tahun ini berbisnis jual beli kapal bekas. Dia menambahkan harga bagian genset dan mesin kapal bisa ratusan juta rupiah.


Abu Bakar mengaku sebelumnya sempat mengerjakan bisnis pembelahan kapal. Kapal-kapal bekas yang dibeli pria ini dibelah dengan las menjadi bagian yang terpotong-potong dan besinya dijual kepada pabrik peleburan baja.


Tapi Abu Bakar mengaku sekarang tidak lagi melakukan pembelahan kapal. Ia lebih sering menjadi makelar jual beli kapal. “Jadi saya cari kapal bekas yang dijual kemudian saya cari pembelinya. Tidak lagi ikut urus belah kapal,” katanya. Ia kini mengaku fokus di bisnis barang bekas limbah industri.


Tapi Abu Bakar berbagai pengalaman. Katanya untk bisnis membelah kapal, harus punya cukup pengalaman karena terkait dengan cara menaksir harga besi bekas yang terdapat di kapal itu.
"Kita harus punya pengalaman sama jenis kapal. Beratnya sudah tercatat di surat tinggal lihat fisik kapal, bagaimana karat besinya," ujarnya.


Dia menambahkan karat besi tidak bisa masuk hitungan penimbangan besi. Ia pernah  rugi ratusan juta rupiah karena salah menafsir berat kapal. Kapal jenis tongkang berukuran 300 kaki dia beli Rp 3,5 miliar. Setelah dimutilasi ternyata bongkahan besinya cuma 800 ton. "Tafsiran awal 850 ton, ternyata meleset. Saya hitung rugi saya mencapai Rp 300 juta," ujar pria asli Madura ini santai.



Untuk potongan-potongan besi itu biasanya disalurkan ke berbagai pabrik besi di Jakarta dan sekitarnya. Kiki biasa memasok bongkahan besi tua ke pabrik di Semper, Cakung, atau Balaraja, Tangerang.

Harga besi pun bervariasi. Selisih seratus rupiah bisa menjadi bahan pertimbangan. "Kalau di Budhidarma harga besi per kilonya Rp 4.850, di Balaraja Rp 5 ribu per kilogram," tutur Kiki. Menurut dia, harga besi lebih stabil dan tidak terpengaruh fluktuasi mata uang asing. Naik turun harga besi diukur dari kebutuhan pabrik besi itu sendiri.

 



Bisnis olahan kapal tua memang butuh pengalaman dan modal cukup besar. Harga rata-rata kapal tua miliaran rupiah. Jurusnya adalah mumpuni melihat selisih berat kapal dan bongkahan besi bisa dihasilkan dari pemotongan.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga