Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (APKABEL)

Senin, 19 Oktober 2015

Dalam sejarah perkabelan, pabrik kabel pertama di Indonesia dibangun pada tahun 1962. Selanjutnya di tahun 70-an berkembanglah beberapa pabrik kabel lain sehingga mulailah tercetus ide pembentukan sebuah asosiasi pabrikan yang dinamakan Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia atau lebih dikenal dengan singkatan APKABEL.



APKABEL tepatnya didirikan pada 10 Februari 1973 yang diprakarsai oleh Bapak Kontan Pri Bangun, Islam Salim, Jan Walter de Witte, Indrawan Roosheroe dan Tolip Tanaga dan pada tanggal 26 Juni 1974.

Saat ini menurut Ketua Umum APKABEL Noval Jamalluil, anggota APKABEL, Anggota APKABEL terdiri dari Perusahaan Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) baik dalam sudah bentuk Perusahaan Terbuka (Tbk) maupun belum.  “Jumlah anggota kami sekitar 30-an perusahaan,” kata Noval.


Beberapa perusahaan adalah merupakan anak perusahaan atau kepemilikannya terkait dengan MNC seperti Pirelli, Furukawa, Fujikura, Sumitomo, Showa, Siemens/Corning yang cukup potensial baik dari segi financial, jaringan maupun teknologi.



APKABEL berada dalam pembinaan Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan menjadi anggota luar biasa Kadin Indonesia.  


Telah banyak usaha APKABEL untuk membantu anggotanya dengan petunjuk-petunjuk, informasi, rekomendasi serta memperkenalkan perusahaan-anggota dan produknya kepada masyarakat luas di dalam dan di luar negeri.


“Juga upaya untuk terus meningkatkan mutu produk anggota APKABEL melalui penerapan standar industri dan pengawasan mutu, system manajemen dan lain-lain,” tambah Noval.


Dalam perjalanan Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (APKABEL) telah memberikan kontribusi yang memadai bagi kemajuan dunia perkabelan di Indonesia, antara lain penciptaan iklim usaha yang menunjang perkembangan usaha industri kabel.

 

Hubungan serta Koordinasi yang baik dengan Pemerintahan khususnya dengan Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga Departemen Luar Negeri sangat membantu anggotanya dalam hal informasi dan kebijakan yang ada.

 

Selain itu APKABEL juga bekerjasama dengan instansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait pengguna kabel terbesar seperti PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk dalam rangka turut serta membuat dan memberikan kontribusi khususnya dalam hal spesifikasi kabel yang termuat dalam SPLN, STEL maupun SNI.

 

Kalau pada saat pendirian pangsa pasar seluruhnya hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maka sejak tahun 1990 pabrikan kabel juga telah melakukan kegiatan ekspor. Ekspor tersebut tidak terbatas ke negara-negara berkembang seperti Yaman, Iran, Nepal, Srilanka, Afrika Selatan dan lain-lain, tetapi juga meliputi negara-negara maju dengan persyaratan yang ketat seperti Korea, Jepang, Australia dll.

 

Umumnya perusahaan-anggota APKABEL telah memperoleh Sertifikat ISO-9001 malah ada juga yang sudah mendapatkan ISO-14000. Sebagian perusahaan anggota APKABEL yang lainnya telah mampu memproduksi Kabel Tegangan Tinggi berisolasi XLPE 150kV.

 

APKABEL juga berperan sebagai media Informasi, Koordinasi dan Konsultasi bagi para anggotanya khususnya dalam hal Peningkatan Mutu, Spesifikasi Produk dan Bahan Baku yang baik dari Badan Riset Lokal maupun teknologi dari luar negeri.

 

 

Selain itu APKABEL juga membantu anggotanya dalam hal informasi Sertifikasi dan Kepegawaian. Hal ini diwujudkan dengan adanya Komite Teknik, Komite Bahan Baku, DAN Komite Tenaga Kerja.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga