Monitoring dan Evaluasi (Monev) Strategi Jemput Bola Kementerian PUPR

Senin, 19 Oktober 2015

Selain konsinyering atau dengar pendapat dengan para pelaku industri baja nasional di beberapa kota, Kementerian PUPR juga mengadakan kunjungan langsung ke produsen baja melalui program Monitoring dan Evaluasi (Monev).


Program ini merupakan implementasi dari strategi jemput bola yang sejak awal memang dicanangkan Direktorat Material Peralatan Kontruksi Ditjen Bina Kontruksi Kementerian PUPR. Kepala Subdit Material dan Peralatan Ir. Rusli, MT, menegaskan kunjungan ini diperlukan agar dapat melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan.


“Sebagai bagian dari pembinaan, kami ingin menjemput bola dengan melakukan kunjungan langsung ke produsen baja. Dari kunjungan tersebut akan didapat informasi secara akurat di lapangan,” katanya kepada Tabloid Steel Indonsia saat persiapan kegiatan penyusunan KBK.


Kegiatan monev biasanya dilakukan satu hari usai konsinyering. Sampai Oktober ini, kegiatan monev sudah dilakukan di wilayah Serang, Surabaya-Gresik, Medan, Banjarmasin, dan saat ini sedang berlangsung di wilayah Jabodetabek.


Cakupan produk  dalam kegiatan monev mulai dari plat, besi beton, siku, wire rod, bronjong, hingga wiremesh. “Monev dilakukan pada hampir seluruh produk besi baja dan turunannya,” ujar Ir Singgih Wasesa Ketua Tim Ahli Penyusunan KBK Kementerian PUPR. 


Informasi yang dihimpun oleh tim ahli dalam monev tersebut antara lain soal kapasitas produksi, asal bahan baku, dan standarisasi produk. Menurut Singgih, ketiga informasi ini penting guna mengetahui secara akurat utilitas produsen serta sejauh mana produsen menerapkan standarisasi yang diterapkan.


“Standar ini mencakup apakah produk sudah SNI, kemudian bagaimana cara kerja serta proses pembuatan, dan juga asal usul bahan baku, apakah bahan baku itu diimpor atau dipasok dari podusen dalam negeri,” tutur Singgih.


Target perusahaan yang dikunjungi selama program monev ini mencapai 170 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari wilayah Indonesia timur, tengah, dan barat. Menurut Singgih, jadwal Monev di wilayah Jabodetabek termasuk  yang paling padat.


Total produsen yang dikunjungi dalam monev di wilayah ini mencapai sekitar 75 perusahaan. “Sebab di wilayah ini juga terdapat produsen galvanis dan wiremesh yang juga merupakan material baja untuk konstruksi,” katanya.


 

Monev sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang pada ujungnya adalah pengumpulan informasi untuk kemudian dimasukan dalam KBK. Sedangkan menurut target Kementerian PUPR, penyusunan ini akan selesai pada November-Desember tahun ini.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga