Langkah Nyata Kementrian PUPR dukung Industri Baja Nasional

Senin, 14 September 2015

Konsinyering Serang

Ditjen Bina Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai rangkaian kegiatan penyusunan Standar Norma Standar Pedoman dan Kriteria (NSPK) tentang Katalog Baja Konstruksi yang dimulai dengan konsinyering di Kota Serang (10-11/08/2015).

 

Agenda konsinyering berupa seminar dan diskusi panel yang dihadiri produsen, pabrikator, asosiasi, pelaku usaha industri baja di daerah. Serta mengundang juga satuan kerja-satuan kerja Kementerian PUPR di wilayah Provinsi Banten. Yang membahas Soal harmonisasi standar besi baja antara versi SNI Wajib dan ASTM (American Society for Testing and Materials) cukup hangat dibahas saat konsinyering.

 

Konsinyering dihadiri pembicara antara lain Ken Pangestu (Ketua AMBI), Hidayat Trisaputro (IISIA), Kepala Subdirektorat Industri Material Dasar Logam Besi Kemenperin, Richard, ST, serta perwakilan sejumlah pelaku industri seperti PT Krakatau Steel, PT Krakatau Wajatama, NS Bluescope Indonesia, dan juga PT Kiswire Indonesia.

 

Kunjungan itu menghasilkan kesimpulan awal bahwa ketiga produsen telah melaksanakan proses produksi sesuai standar, sehingga produk-produk yang dihasilkan sebagai material konstruksi terjaga kualitasnya.


Konsinyering Medan

Hanya satu hari di Jakarta, Tim Assessment beserta Staf Sub Direktorat Material dan Peralatan Konstruksi Kementerian PUPR langsung tancap gas menggelar konsinyering kedua di Kota Medan selama dua hari, Kamis-Jumat (13-14/08/2015).


Konsinyering di Medan menghadirkan tiga produsen besi baja utama di wilayah Sumatera, yaitu PT Growth Steel Industry, PT Gunung Gahapi Sakti, dan PT Putra Baja Deli.  Dari pihak asosiasi hadir pembicara Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sumut,  Murniati Pasaribu, dan Ketua DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo)  Sumut, Ricardo Bonar Manurung.


Tujuan kunjungan ini untuk melihat langsung apakah produsen-produsen tersebut memproduksi besi baja sesuai SNI wajib dan bukan memproduksi besi ‘banci’. Ketiga produsen tersebut, yaitu PT Growth Sumatera, PT Gunung Gahapi Sakti, dan PT Putra Baja Deli  memperlihatkan kepada Tim Assesment bahwa seluruh end produk perusahaan telah diuji secara ketat, mulai dari dimensi, kekuatan tarik, dan kekuatan menahan beban melalui uji laboratorium yang memadai.


Konsiyering Batam

Konsinyering dilanjutkan di kota Batam (27-29/08/2015), masih sama dengan tujuan yang sama yaitu penyusunan Standar Norma Standar Pedoman dan Kriteria (NSPK) dan melihat langsung proses produksi.


 

Kunjungan produsen di Batam yaitu, PT DSAW (Dwi Sumber Arca Waja) dan PT CLADTEK.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga