AMBI-Steel Indonesia Jalin Kerjasama Bentuk Steel Indonesia Institute

Senin, 14 September 2015

Medio Agustus lalu, PT Global Info Teknologi (GIS) yang membawahi Tabloid Steel Indonesia dan media online Steelindonesia.com resmi menjalin kerjasama dengan Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI) dalam pembentukan lembaga kajian, riset, serta pendidikan di bidang industri baja bertajuk Steel Indonesia Institute.


Lembaga ini diharapkan menjadi lembaga yang melahirkan konsep-konsep strategis dalam pembangunan masyarakat baja nasional. Tidak hanya sebatas kajian dan riset, Steel Indonesia Institute juga akan menggelar pelatihan-pelatihan teknis bagi praktisi atau karyawan perusahaan besi baja dengan sertifikat yang diakui secara nasional.


Penunjukan AMBI sebagai mitra asosiasi menurut Direktur Utama  PT GIS Firdaus Istiriyanto merupakan langkah yang tepat, sebab selama ini AMBI cukup concern sebagai lembaga nirlaba di bidang besi baja dengan anggota yang tidak dibatasi pada praktisi atau pelaku industri baja saja.


Menurut Firdaus, itu artinya AMBI juga menerima anggota dari masyarakat umum. “Apapun latar belakang mereka, profesional, pemerhati lingkungan, hingga karyawan,  sepanjang memiliki kepedulian dengan kelangsungan industri baja nasional, boleh menjadi anggota AMBI. Ini yang membuat kami tertarik mengajak kerjasama,” imbuh Firdaus.


Kerjasama AMBI-Steel Indonesia (GIS) nantinya akan dituangkan dalam komitmen bersama dimana kedua belah pihak akan merancang suatu program dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM di bidang baja dan ikut mendorong memajukan industri baja nasional.


Wakil Ketua Umum AMBI, Singgih Wasesa mengungkapkan, pembentukan lembaga ini sejalan degan visi dan misi AMBI yang ingin turut membangun industri baja nasional menjadi industri yang tangguh.


“Untuk mencapai kesana, kita memerlukan SDM-SDM yang cakap dan terampil. Kita juga memerlukan kajian-kajian ilmiah  yang bisa dipertanggungjawabkan. Menurut saya, itu bisa kita lakukan melalui lembaga Steel Indonesia Institute yang kita dirikan bersama PT GIS ini,” tuturnya.


Saat ini Steel Indonesia Institute sedang menyiapkan rencana awal program yang akan digulirkan paling lambat pada awal tahun 2016. “Tahun depan, kami sudah punya banyak program, targetnya akan ada jurnal-jurnal ilmiah di bidang besi baja yang diterbitkan oleh Steel indonesia Institute. Tentu saja pelatihan pelatihan juga ada, ” tambah Singgih.


 

Sebagai lembaga kajian, riset dan pendidikan, Steel Indonesia Institute tentu tidak akan menanggalkan habitat akademisnya. Dalam program awal yang sedang disusun, terdapat program-program kerjasama dengan perguruan tinggi, dengan para pakar serta akademis, serta mengadakan pembekalan bagi para mahasiswa semester akhir jurusan teknik.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga