Yuk Mengenal Besi Tempa…

Senin, 14 September 2015

Furnitur atau perlengkapan rumah tangga tidak lagi melulu didominasi oleh kayu. Furnitur dari besi tempa sejak beberapa dasawarsa terakhir menjadi pilihan yang cukup digemari.


Lihat saja, mulai dari  bingkai jendela, kursi, meja, hingga frame lukisan. Atau pagar besi misalnya.  Pagar besi yang dulu dianggap sebagai batas atau pemagar sebuah rumah, mengalami perubahan konsep. Terutama dari segi estetika.


Pagar besi sekarang tidak melulu berbentuk seperti besi kokoh yang angkuh. Tapi kini telah menjadi benda seni dengan artistik yang menarik. Itu semua berkat kehadiran besi tempa.  Furnitur besi tempa merupakan furnitur yang terbuat dari besi tempa yang lembut.


Dibandingkan besi cor yang rapuh dan mudah retak, besi tempa memiliki kekuatan dan kelenturan pada tingkat tertentu sehingga mudah dibentuk namun tahan lama. Kelebihan lainnya, besi tempa ini terlihat elegan dan bernilai seni.


Sebagai contoh, sebuah set bistro  besi tempa yang digunakan di luar ruangan di teras juga bisa digunakan di dalam ruangan di dapur apartemen dengan ukuran tertentu. Kursi makan besi tempa juga sangat kokoh dan solid.


Biasanya,  furniture besi tempa tersedia dalam dua model yaitu model indoor dan outdoor . Patio furniture, kursi makan, dan berbagai jenis meja semua tersedia dalam jenis dekorasi besi yang kokoh dan populer ini.


Furniture outdoor terbuat dari besi tempa klasik yang sangat populer. Furniture besi tempa patio biasanya memiliki lapisan untuk menahan karat atau anti karat. Beberapa furniture outdoor besi dibuat dengan pertimbangan ruang penyimpanan dan musim dingin, karena furniture outdoor tersedia dalam bentuk datar atau model lipat yang bisa dirakit.


Apa itu besi tempa?

Di lihat dari cara pembuatannya, besi tempa dapat digolongkan sebagai besi polos yang berbentuk kotak dan sudah mendapatkan perlakukan khusus sehingga mampu menghasilkan tekstur atau bentuk tertentu. Proses penempaan pada besi dilakukan ketika besi masih merah menyala.

 

Proses penempaan dilakukan dengan cara dipukul – pukul. Kebanyakan, proses tempa dilakukan untuk membentuk besi agar sesuai dengan keinginan si pembuat. Pada saat besi masih berwarna merah membara saat dibakar atau dipanaskan, saat itulah besi lebih mudah dibengkok – bengkokan. Besi tempa banyak digunakan dalam konstruksi besi. Biasanya besi tempa juga digunakan dalam pembuatan pagar perumahan.

 

Dalam pembuatan pagar, proses menempa besi biasanya hanya untuk mendapatkan tekstur tertentu. Sedangkan pembengkokan besi dapat dilakukan dengan cara manual ketika besi dalam keadaan dingin.

 

Pembuatan tekstur besi dengan metode penempaan dapat dilakuan dengan tenaga manusia atau dilakukan di pabrik. Yang paling banyak beredar saat ini adalah tektur buatan pabrik karena jika buatan tangan harganya akan sangat mahal namun memiliki tekstur yang sangat khas.

 

Besi tempa biasanya mengandung 0,5 persen karbon atau kurang dari itu. Ciri khas besi tempa adalah keras tetapi mudah lentur. Besi ini tidak mudah dilakurkan sehingga berbeda dengan besi yang mentah. Besi tempa memiliki sejumlah kecil karbon sehinga jika ditajamkan dapat menjadi tirus namun besi tersebut juga akan cepat kehilangan ketajamannya.

 

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga