GSC Ikut Garap Ikon Perbelanjaan Ibukota

Rabu, 12 Agustus 2015

Salah satu pusat perbelanjaan yang sudah menjadi ikon Ibukota, Harco Glodok, akan memiliki wajah baru. Pusat perbelanjaan itu akan disulap menjadi bangunan modern setinggi 17 lantai dan rencananya mulai beroperasi awal tahun 2016.

 

Setelah berjaya dari tahun 1980 hingga 1990-an, gedung Harco Glodok memang semakin tua. Konstruksi bangunannya sudah tak layak lagi. Beton-betonnya berkarat. Harco Glodok akhirnya dirombak total sejak setahun lalu.

 

Total Area gednung baru Harco Glodok kurang lebih  0,9 Ha dengan luas bangunan 75.221 m. Nantinya gedung baru ini akan mampu menampung 2176 unit kios yang tersebar di lima lantai. Sedangkan sisa lantai atas rencana akan difungsikan sebagai residensial mewah.

 

Kios-kiosnya sejak tahun lalu sudah mulai dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar tergantung luas. Agung Podomoro Land juga gencar melakukan promosi. Misalnya mengadakan promo undian berhadiah alat eletronik, gadget, hingga mobil.

 

Saat ini sejumlah pedagang-pedagang eks gedung lama telah bergabung di gedung baru. Mereka antara lain Shinyoku, Onda, C.K.E, Orient Teknik, Depo Listrik, Hanna Instruments Indotama, Tehnik Unggul Listrindo Omega Elektronik, Marconi, Group G.S Elektronik, K.A.I Telekomunikasi, General CCTV, Speed Game, Utama Electric, Harco Glodok Komputer, Jumbo Group, Universal Electronic.

 

Konsep gedung baru Harco Glodok adalah One Stop Shopping Center. Dengan konsep itu, diyakini gedung baru ini tidak akan mengurangi prestise Harco Glodok sebagai salah satu ikon perbelanjaan ibukota yang sudah terbentuk sejak lama.

 

Pembangunan gedung baru Harco Glodok dilakukan oleh Agung Podomoro Land dengan menunjuk salah satu perusahaan sebagai kontraktor pembangunan. Kontraktor tersebut kemudian menunjuk PT Gunung Steel Construction (GSC) sebagai pabrikator besi baja untuk menyediakan besi beton dalam pembangunan gedung itu.

 

Project Manager GSC Nono Priyatno, mengungkapkan, sesuai kontrak, GSC memasok lebih dari 5.000 ton besi. “Saat ini proses pengiriman barang masih berlangsung, sekitar 3.000 ton sudah kami kirim, sisanya akan berjalan sesuai progress pembangunan proyek,” jelasnya.

 

Menurut Nono, seluruh proses pengiriman, pengecekan, dan penerimaan barang dilakukan sesuai standar dan prosedur. Termasuk pengiriman barang yang dilakukan malam hari lantaran lokasi proyek berada di tengah kota. “Kalau siang tidak boleh bawa truk ke tengah kota, jadi kita ikuti aturan,” jelas Nono.

 

Selain besi beton, produk-produk GSC yang digunakan dalam proyek tersebut didominasi produk-produk baja struktural. Misalnya H Beam, Welded Beam, dan produk baja profil lainnya. Nono menjamin produk yang dikirim adalah produk berkualitas dengan standar SNI.

 

Ditanya soal kendala dalam pengadaan besi, Nono menyatakan semua berjalan lancar. “Kendala dan hambatan biasanya terjadi di fase desain, pengajuan proyek, atau studi awal. Sekarang ini proyek sudah berjalan. Sudah goes on by contract,  jadi Insya Allah semuanya lancar,”katanya.

 

Prestise Proyek Harco Glodok    

Proyek gedung baru Harco Glodok memang cukup prestise dari segi warisan kultural kota. Gedung ini menjadi saksi bisu dinamika ekonomi dan politik di Ibukota. Karenanya, bagi manajemen GSC, ada dua hal yang perlu dicatat dalam keikutsertaan GSC dalam pembangunan proyek ini.

 

Pertama, kebanggaan bahwa GSC melalui produk besi betonnya, dipercaya oleh pengembang dan kontraktor. “Ini menjadi bukti, bahwa sebagai pabrikator, produk kami cukup mendapat tempat di kalangan masyarakat, terutama masyarakat kontraktor nasional,” jelas Nono bangga.

Kedua, kehormatan bahwa produk GSC akan menjadi salah satu ‘elemen’ pembangunan dari salah satu gedung yang namanya cukup tersohor sejak dulu. Siapa yang tidak kenal Harco Glodok. Dan kini, produk GSC menjadi bagian dalam pembangunan ikon tersebut.

 

“Tentu saja kami bangga jika produk kami ikut dan hadir bersama gedung tersebut. Kita semua tahu bagaimana terkenalnya Harco Glodok sebagai pusat perbelanjaan di kawasan Ibukota. Dan dengan bangga gedung tersebut kini menjadi portofolio perusahaan kami,” ujarnya.

 

Sebagai pabrikator, GSC konsisten menerapkan kualitas produk baik prodsuk desain maupun produk material besi kontruksi. Proyek-proyek yang sudah dikerjakan GSC antara lain Jembatan Merah Putih (Ambon), Jembatan Kembar (Kukar). Kemudian sejumlah proyek power plant seperti PLTU Rembang dan PLTU Cilacap serta masih banyak lagi.

Sumber Berita :
Tabloid Steelindonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga