Kami mendorong industri nasional menggunakan produk baja dalam negeri..

Rabu, 12 Agustus 2015

Usai memimpin rapat persiapan penyusunan Katalog Baja Kontruksi,  Kepala Subdit Material dan Peralatan Kontruksi (MPK) Ditjen Bina Kontruksi Kementerian PUPR, Ir. Rusli, MT, meluangkan waktu berbincang dengan awak Tabloid Steel Indonesia.

 

Perbincangan itu seputar renca penyusunan Katalog Baja Kontruksi yang sejatinya telah lama ditunggu-tunggu masyarakat. Berikut petikannya :

 

Apa latar belakang penyusunan katalog ini?

Pertama, pemerintah telah mencanangkan program nawacita yang salah satunya menitikberatkan program pembangunan infrastruktur. Dengan program ini tentu kita memerlukan banyak sumber daya, mulai dari pelaku jasa kontruksi, desain arsitektur, hingga kebutuhan material baja kontruksi.

 

Nah selama ini  kita belum memiliki katalog tentang baja kontruksi. Padahal kita punya begitu banyak produk baja kontruksi yang beredar di pasaran. Semua informasi itu sebaiknya kita integrasikan dalam bentuk katalog.

 

Seberapa penting penyusunan katalog ini bagi industri baja dan kontruksi nasional?

Tentu penting, dalam katalog akan disusun apa yang Norma Standar Pedoman dan Kriteria (NSPK) produk baja kontruksi. Adanya NPSK ini akan mendorong penggunaan produk-produk baja dalam negeri yang berkualitas. Artinya secara tidak langsung,  kita juga mendorong industri nasional menggunakan produk-produk buatan dalam negeri.

 

Kenapa baru sekarang dilakukan?

Dalam rencana kami, sebetulnya kami ingin melakukannya sejak lama. Tapi kami ingin penyusunan ini juga bukan domain kementerian PUPR semata. Tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada keterlibatan stakeholder yang lain, misalnya dari produsen dan pelaku industri.

Kebetulan kesempatan itu baru terwujud sekarang. Kita semua akhirnya sepakat bahwa penyusunan Katalog Baja Kontruksi perlu dilakukan.

 

Penyusunan ini atas inisiasi siapa?

Sebetulnya inisiasinya datang dari pihak produsen dan juga pihak kementerian. Jadi ini kemudian ‘klop’ dan ketemu. Kita sebagai regulator tentu mendukung dan mendorong supaya dapat diwujudkan.

 

Apa tujuan dari penyusunan katalog ini?

Tujuannya sebetulnya sederhana, tapi penting. Yaitu agar dapat memberikan kemudahan baik bagi para perencana, penyedia/pengguna jasa konstruksi, dalam menentukan jenis produk baja konstruksi yang akan digunakan.

Siapa saja yang terlibat dalam penyusunan?

Saya meminta semua stakeholder ikut terlibat memberikan masukan. Tadi dalam rapat kita undang semua stakeholder, dari asosiasi, produsen, praktisi, tenaga ahli. Kemudian dari kalangan internal ada dari perumahan rakyat, Balitbang, pembangunan jembatan, dan masih banyak lagi. Semua kita beri kesempatan untuk memberikan masukan.

 

Bagaimana syarat produk yang akan masuk dalam katalog?

Sejauh ini kita masih membahas dan sedang mencari kesepakatan bersama produk-produknya akan seperti apa. Tapi yang pasti, produk-produk itu harus sudah SNI wajib.

 

Bagaimana dengan produk yang divalidasi oleh Kementerian PUPR?

Kita harus lakukan harmonisasi antar lembaga, mana produk yang sudah SNI tapi belum kami validasi sebagai produk baja kontruksi, dan mana yang sudah. Ini perlu harmonisasi tingkat lanjut.


Sejauh mana tahapan penyusunan ini sudah dilakukan?

Kita sudah melakukan rapat persiapan yang agendanya membahas pokok-pokok pikiran yang akan tertuang dalam katalog, misalnya table of contentnya apa  saja, syaratnya bagaimana, dan lain-lain. Kemudian kita akan melakukan konsinyering ke sejumlah kota. Dan dikahiri dengan workshop.

 

Kapan rencananya katalog ini terbit?

Proses penyusunannya kita targetkan selesai Desember. Penerbitannya berarti di tahun depan.  Kita harapkan di awal tahun depan sudah bisa diperbanyak dan diterbitkan.

Sumber Berita :
Tabloid Steelindonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga