Tol Cikapali Rampung Mudik Kali Ini (harusnya) Lebih Nyaman

Kamis, 4 Juni 2015

Sepanjang tahun pada saat mudik, jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) menjadi jalur tersibuk di Indonesia. Jalur peninggalan Gubernur Jenderal Deandels ini ‘dipaksa’ menampung ribuan kendaraan setiap jam.

Data mudik 2014 mencatat, pada puncak arus mudik, jalur pantura dilintasi oleh 10.000 unit kendaran per jam, atau hampir 24.000 unit dalam satu hari. Akibatnya terjadi kemacetan parah. Bahkan berimbas pada jalur alternatif lainnya.

Jarak Jakarta-Cirebon yang biasanya ditempuh empat jam, bisa molor hingga 8 atau 10 jam. Atau Jakarta Semarang yang biasanya 10 jam, harus ditempuh sehari semalam. Malah tidak sedikit pemudik yang terpaksa bermalam di jalur tersebut.

 

Siap Digunakan

Selama bertahun-tahun hal itu terjadi tanpa solusi berarti. Akhirnya pada tahun 2011 pemerintah mulai merencanakan pembangunan jalan Tol Cikampek - Palimanan (Cikapali). Proyek ini menghabiskan dana Rp 12 triliun dan pembangunannya dimulai tahun 2012.

Tol ini memiliki panjang 116.75 kilometer dengan enam seksi. Seksi I Cikopo-Kalijati 29,12 km, seksi II Kalijati-Subang (9,56 km), seksi III Subang-Cikedung (31,37km), seksi IV Cikedung-Kertajati (17,66 km), seksi V Kertajati-Sumberjaya (14,51 km) dan seksi VI Sumberjaya-Palimanan (14,53 km). Tol Cikapali merupakan tol terpanjang di Indonesia.

Setelah dua setengah tahun proses pembangunan, penantian masyarakat terbayar sudah. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Mei lalu memastikan Tol Cikapali dapat digunakan saat arus mudik lebaran tahun ini.

 

Saat ini ujar Menteri Basuki, pengerjaan tol sudah 93% dimana yang 7% lebih kepada pengerjaan fasilitas pendukung seperti lampu, rest area dan penyempurnaan jembatan. “Dari 99 jembatan sepanjang jalan tol tersebut, sudah 90 dibangun dan 9 masih dalam proses, mudik tahun ini bisa digunakan” ujarnya.

Tol Cikapali  memiliki 99 jembatan dan akan menggunakan 2 jenis perkerasan, yaitu perkerasan kaku (rigid pavement) sepanjang 62 km dan sisanya menggunakan perkerasan flexibel (flexible pavement) tergantung kondisi tanah. Selain itu, jalan tol ini juga juga mempunyai 6 buah simpang susun

Dengan digunakannya jalan tol ini untuk arus mudik 2015, kepadatan lalu lintas yang selama ini ada di Jalur Pantura diyakini akan berkurang 40 – 60%. Pengoperasian Tol Cikapali memang ditunggu-tunggu.

Sebab jalur Pantura sudah tidak mampu lagi menampung arus kendaraan saat mudik. Setiap tahun, jutaan pemudik nyaris menderita akibat kemacetan, belum lagi dengan kecelakaan yang terus meningkat. Jadi seharusnya mudik tahun ini lebih nyaman.

"Targetnya bisa digunakan pas arus mudik nanti. Penyelesaian sekarang ini dengan tujuan agar keruwetan jalan di Simpang Cikopo - Jomin bisa berkurang," kata Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya Edwin Winarto.

Menurut Edwin, lampu di setiap simpang susun ada 7 yakni di Cikopo, Kalijati, Subang, Cikedung, Kertajati, Sumber Jaya, dan Palimanan. Tol ini dilengkapi dengan delapan rest area, empat rest area kecil dan empat rest area besar.

Jika tol ini sudah beroperasi. Maka target pemerintah selanjutnya adalah menyambung hingga ke Pejagan, Brebes. Jadi Jakarta-Brebes sudah sepenuhnya tersambung jalan tol. Yang belum tersambung adalah Pejagan-Semarang, karena masalah tanahnya belum rampung.

Tol Cikapali merupakan bagian dari rencana Jalan Tol Trans Jawa yang merupakan jaringan jalan tol menghubungkan kota kota di pulau Jawa. Jalan tol ini menghububngkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya melalui jalan tol.  

 

Tol trans Jawa sepanjang kurang lebih 1.000 km tersebut melanjutkan jalan-jalan tol yang sekarang sudah ada, seperti Tol Cikampek, Cirebon, Semarang dan Surabaya, sedangkan sisa ruas jalan tol yang akan dibangun adalah sepanjang 642,56 Km. 


Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga