Bakrie Resmikan Pabrik, Menperin: BUMN Harus Pakai Produk Dalam Negeri

Kamis, 21 mei 2015

Bekasi -Menteri Perindustrian Saleh Husin menegaskan pemerintah bakal mewajibkan proyek-proyek infrastruktur pemerintah menggunakan material dari dalam negeri, paling tidak 40% dari total proyek. Tujuannya agar industri dalam negeri tumbuh.

"Mau tidak mau nanti BUMN-BUMN itu harus pakai produk di dalam negeri," tutur Saleh di sela acara Peresmian Pabrik Coating Plant PT Bakrie Pipe Industries, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2015).

Saleh mengatakan, pemerintah bakal bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit proyek-proyek infrastruktur yang bakal dibangun. 

"BUMN Karya menggunakan produksi dalam negeri, di samping itu kami bekerjasama dengan BPKP, untuk tender pemerintah atau BUMN, kita wajibkan. Itu akan ketahuan apalah instansi BUMN sudah menggunakan produksi dalam negeri atau tidak," katanya.

Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Bobby Gafur Umar, menyambut baik kebijakan pemerintah tersebut. Karena selama ini, banyak proyek infrasturktur yang dilelang dan dimenangkan oleh investor asing.

Dia mencontohkan untuk pembangunan proyek pipa gas yang dilelang anak usaha Pertamina, Pertagas dari Gresik hingga ke Semarang. Lelang untuk proyek tersebut dimenangkan oleh investor asal Korea Selatan karena menawarkan harga lebih murah. Jika pemerintah mengharuskan proyek tersebut menggunakan produk di dalam negeri, itu bisa menjadi penghambat barang-barang impor masuk.

"Kami kalah oleh Korea. Karena mereka lebih murah. Kami melihat, tak hanya proteksi yang diperlukan. Tapi bagaimana fasilitas dari pemerintah untuk memberikan iklim kondusif dan kompetitif," tuturnya.

Persoalan ini yang juga dikenal mengenai tingkat kandungan dalam negeri pun sampai pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bobby mengaku telah bertemu Presiden Jokowi untuk membicarakan hal ini, dan memberikan kebijakan yang bisa mendukung industri dalam negeri.

"Saya bicara dengan Presiden selama 1,5 jam. Setengah dari perbincangan kami ini mengenai bagaimana meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri. Bayangkan proyek infrastruktur pemerintah Rp 5.519 Triliun, bisa capai komponen lokal 40% saja, itu akan begitu besar potensinya," tuturnya

(zul/ang) 

Sumber Berita :
www.detik.com

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga