Teknologi Mobileye Dapat Hindari Kecelakaan

Senin, 6 April 2015

Saat ini banyak sekali kendaraan yang ada di jalan raya, tidak seperti dulu di mana kendaraan merupakan barang atau sesuatu yang di anggap mewah. Saat ini produksi kendaraan seperti mobil atau motor terus saja di produksi secara masal akan tetapi untuk jalannya saja tidak di perluas.

 

 

Dengan begitu akhirnya yang terjadi adalah kendaraan semakin banyak dan kuota untuk jalanan semakin tidak cukup. Dalam hal ini juga berpengaruh terhadap angka kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Karena jalan raya merupakan tempat di mana kendaraan berlalu lalang.

 

 

Selain itu, perilaku berkendara seringkali menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas. Karena itu, banyak teknologi yang dikembangkan untuk mengatasi hal tersebut.
Nah, karenanya kini ada teknologi yang masih baru dan berupaya untuk menanggulangi masalah tersebut. Teknologi dengan sensor pencegah kecelakaan ini dapat berfungsi mengurangi angka kecelakaan.

 

 

Mobileye, merupakan fitur keselamatan pada mobil yang dilengkapi dengan sistem ADAS (Advanced Driver Assistance System). Fitur tersebut membantu memantau keadaan sekitar sehingga berbagai macam kecelakaan dapat dicegah.


Di Indonesia memang masih sangat jarang mobil yang telah di bekali dengan fitur tersebut, namun kini perangkat tersebut telah dijual secara terpisah dan dapat Anda pasangkan sendiri ke mobil Anda. Mobileye diperkenalkan di Indonesia oleh PT Bina Putera Sejati. 

Seperti diungkapkan Sales & Operation Director PT Bina Putera Sejati Louis Daniel Woen, alat ini merupakan perangkat canggih dengan system sensor yang sudah teruji, "Alat ini adalah sebuah perangkat untuk mencegah kecelakaan dengan memperbaiki perilaku pengemudi menjadi disiplin berlalu lintas. Mobileye punya sistem ADAS (Advanced Driver Assistance System)." 


Dengan ADAS, lingkungan sekitar akan selalu terpantau. Alat tersebut akan dapat mengidentifikasi kondisi sekitar, mulai dari pejalan kaki, motor, mobil, hingga sepeda.
Jika muncul situasi yang dapat beresiko menimbulkan kecelakaan, Mobileye akan memberikan peringatan dini dengan audio visual atau getaran hingga pengemudi dapat merespon lebih awal.

Perangkat tersebut juga dilengkapi dengan fitur utama berupa Forward Collision Warning (FCW), Pedestrian Collision Warning (PCW), Lane Departure Warning (LDW), Headway Monitoring Warning (HMW), Intelligent High-Beam Control (IHC) dan Speed Limit Indication (SLI).

Forward Collision Warning (FCW) berguna mengingatkan pengemudi untuk menjaga jarak dengan pengemudi yang ada di depannya. Sedangkan PCW berguna untuk mengingatkan jika ada pejalan kaki akan menyeberang.

 


Louis juga menjelaskan, "Lane Departure Warning untuk mengingatkan jika pengemudi lupa menyalakan lampu sein saat berpindah jalur, Intelligent High-Beam Control untuk menyalakan lampu high-beam saat sensor tidak menerima cahaya di depan sejauh 400 meter pas malam, tapi nanti kalau ada cahaya di depan lampu secara otomatis pindah ke low beam dan Speed Limit Indication untuk mengingatkan kalau kecepatan mobil melebihi batas di jalan yang ada sign-nya."

Sensor kamera yang terdapat pada alat tersebut di letakkan pada kaca depan, sedangkan bagian yang lain akan di sebar ke beberapa bagian mobil, seperti kabin dan setir. Mobileye dapat Anda beli dengan harga Rp 12,5 juta, dengan termasuk pemasangan.

 

Logistik dan Ekspedisi
Fitur utama dari SFMS adalah Penemuan Pencurian Kendaraan (PPK) yang diklaim mampu merekam aktivitas kendaraan sedetail mungkin, seperti perubahan berat kendaraan, isi bahan bakar dan oli, hingga perilaku pengendara.


"Target pasar teknologi ini untuk siapapun yang ingin lebih aman dalam berkendara," terang Louis Daniel Woen, Sales & Operation Director PT Bina Putera Sejati.


Sebagai informasi, SFMS yang dikembangkan oleh PT Bina Putera Sejati ini dibanderol dengan harga standar Rp 16 jutaan. Saat ini pengembang sedang membangun kerjasama dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) besar di Indonesia agar penjualan lebih mudah. Instalasi sistem ini pun diklaim tidak akan mengugurkan garansi mobil.


Teknologi serupa Mobileye dan SFMS sebenarnya bukan hal yang baru di industri otomotif, pabrikan mobil kelas dunia seperti BMW sejak telah mengembangkan teknologi ini sejak 5 hingga 8 tahun yang lalu. Meskipun begitu, untuk Indonesia sendiri, teknologi ini belum benar-benar berkembang.

 

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga