Mengintip Strategi Sukses Baki Lee, Sang Organizer

Senin, 6 April 2015

Sejak sepuluh tahun ini, industri pameran yang termasuk dalam sektor pertemuan, insentif, konvensi, dan eksibisi (meeting, incentive, convention, dan exhibition/MICE) berpotensi berkembang pesat seiring bertumbuhnya kondisi ekonomi dan populasi kelas menengah di Indonesia.

 

 

Industri pameran memiliki dua fungsi yang sama tajamnya dalam mendorong tumbuhnya sebuah sektor industri. Fungsi pertama sebagai sarana publikasi, dan fungsi kedua mempertemukan antara produsen dan calon pembeli (buyers).

 

 

Salah seorang pelaku bisnis industri pameran, Baki Lee yang juga menakhodai PT Global Expo Management (GEM) menyadari hal itu. “Dalam merancang sebuah pameran, goal utamanya adalah bagaimana mempertemukan produsen dan buyers, kemudian mendorong mereka bertransaksi,” kata Baki Lee.

 

 

Memang, urusan jadi atau tidaknya transaksi, merupakan urusan lain.  Bahkan Baki menyebut itu urusan Tuhan, “Ya itu kan urusan Tuhan, kita tidak bisa memaksa terjadi transaksi, terpenting kita sudah menciptakan kondisi-kondisi supaya transaksi itu terjadi,” terang Baki.

 

 

Dan persoalan menciptakan kondisi sehingga terjadi transaksi  itulah yang menjadi tugas utama Baki Lee.  Menurut Baki, tujuan peserta pameran adalah meningkatkan penjualan melalui transaksi selama ikut pameran.

 

 

“Hal pertama yang ditanyakan setiap eksibitor dalam yang pameran adalah, ‘apakah penjualan setelah ikut pameran akan meningkat?’ maka kita sebagai penyelenggara harus bisa meyakinkan dan menjawab tantangan itu,” papar Baki.

 

 

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan list buyers yang diundang, sehingga calon eksibitor bisa yakin bahwa pameran tersebut akan dihadiri para calon pembeli potensial.

 

Selain itu, eksibitor biasanya juga melihat portofolio perusahaan penyelenggara. Sudah berpengalaman atau belum. Untuk beberapa kasus, faktor pengalaman memang menjadi pertimbangan bagi eksibitor.

 

 

Misalnya, apakah penyelenggara pameran pernah mengadakan acara berskala internasional. Jika belum, eksibitor biasanya akan berpikir ulang


Orisinalitas Ide

Salah satu strategi yang dilakukan Baki melalui bendera GEM adalah menyelenggarakan pameran industri yang segmented. Sebab, jika menggelar pameran produk general, pesaingnya banyak. Ambil contoh pameran otomotif atau pameran industri alat berat.

 

 

Maka Baki bersama GEM menggelar pameran produk turunannya, misalnya, pameran suku cadang otomotif, atau pameran alat-alat forklit, dan lain sebagainya. “Itu lebih segmented dan tepat sasaran,”kata Baki.

 

 

Ide pameran yang orisinal seperti itu menurut Baki, menempati porsi utama sebelum beranjak pada tahap selanjutnya, yakni perencanaan dan pelaksanaan. “Jadi ide dulu yang kita gali, mau buat pameran seperti apa? Kalau idenya orisinal, biasanya hasilnya bagus.”

 

 

Pekerjaan selanjutnya adalah bagaimana meyakinkan calon peserta pameran dan calon buyers untuk ikut serta. Berbagai pendekatan harus dilakukan, bukan cuma menawarkan proposal kemudian selesai.

 

 

Menurut Baki, itu menjadi salah satu bagian tersulit dalam menggelar pameran. Maka, kelihaian serta kecerdasan strategi bagaimana mengajak calon peserta dan calon buyers untuk ikut pameran juga berperan penting.

 

 

Resep yang digunakan Baki adalah 100% fokus, 100% senyum, 100% kerja tim, 100% tanggungjawab, 100% sikap baik, 100% melayani konsumen. “Saya mengajarkan nilai-nilai itu kepada seluruh karyawan GEM,” kata Baki.

 

 

Saat tahap perencanaan selesai tahap selanjutnya adalah eksekusi. Ini juga krusial, sebab melibatkan banyak pihak dan banyak orang. Seperti menggelar hajatan, semua aspek yang harus betul-betul disiapkan secara matang.

 

 

“Untuk acara pembukaan saja, memerlukan banyak persiapan. Misalnya  bagaimana susunan acaranya, siapa yang diundang dan datang, kemudian konsumsinya, keamanannya, lalu siapa yang bertugas menjadi MC atau moderator, sampai mengurus soal liputan media,”kata Baki.

 

 

Acara pembukaan bagi Baki sangat penting sebab merupakan message utama dari seluruh kegiatan. Baki berprinsip jika pembukaannya sukses, maka acara selanjutnya pasti sukses.


Event Internasional

GEM sendiri didirikan pada tahun 2009 dan di bawah tangan dingin Baki, GEM telah menggelar puluhan event berskala internasional. Menariknya, tidak seperti event orgizer lain yang terkadang masih mengadakan pameran bersifat isedentil (mendadak), GEM justru punya agenda pameran rutin.

 

 

Untuk Jakarta GEM punya delapan agenda pameran rutin, mulai dari pameran agrikultur, mesin otomotif, pameran maritime, hingga pameran coating dan produk kimia. Semua pameran itu berskala internasional.

 

 

Salah satu pameran yang cukup terkenal dan telah digelar selama tujuh tahun berturut-turut adalah eksibisi INAPA (International of Autoparts, Accessories and Vehicle Equipment) 2015. Pameran ini baru saja digelar di JiExpo Kemayoran tanggal 18-21 Maret 2015. Acara ini dihadiri 11.000 pengunjung dengan jumlah negara peserta mencapai 25 negara.

 

 

GEM membagi lini bisnis menjadi empat jenis pameran, yaitu pameran agrikultur, otomotif, industri perkapalan, industri coating dan produk kimia, kemudian ada pameran kontruksi, peralatan elektronik, pameran teknik dan engineering, serta yang terakhir pameran industri dan teknologi hijau. Semua lini usaha pameran itu sudah berskala internasional dan kerap menyedot perhatian.

 

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga