Surety Bond Alternatif Pengganti Bank Garansi

Senin, 6 April 2015

Bergairahnya dunia kontruksi di tanah air memiliki multiplier effect sampingan yang cukup signifikan bagi tumbuhnya industri asuransi dan keuangan. Sebab dalam membangun suatu proyek kontruksi, industry asuransi atau perbankan pasti dilibatkan.

 

 

Baik sebagai pemberi kredit, penjamin kredit, hingga berperan sebagai penjamin asuransi pelaksanaan suatu proyek seperti surety bond. Surety Bond adalah suatu perjanjian antara Surety dan Principal, dimana pihak Surety memberikan jaminan kepada pihak Principal untuk kepentingan pihak ketiga atau Obligee.

 

Contohnya, PT ABC (Obligee)  memberikan pekerjaan kepada PT 123 (Principal)  untuk melaksanakan pekerjaan pembuatan power plant melalui perjanjian kerjasama kontrak yang biasa disebut Perjanjian Pokok atau Main Contract / Underlying Contract.

 

Agar proyek tersebut betul betul dilaksanakan oleh principal, si Obligee  memerlukan surat jaminan terhadap kesungguhan Principal dalam menyelesaikan proyek tersebut. Untuk memenuhi hal ini maka Principal dapat meminta Surat Jaminan atau Surety Bond dari Surety Company.

 

Bisnis Surety Bond di Indonesia baru mulai diperkenlkan sejak tahun 1980 atas kebijakan pemerintah dengan tujuan membantu pengusaha ekonomi lemah untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya dalam proyek yang didanai oleh APBN/D dan bantuan luar negeri.

 

 

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menetapkan pemberian ijin kepada Lembaga Keuangan Non Bank untuk menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond sebagai alternatif pengganti Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank.

 

 

“Penjamin ini termasuk sebagai lembaga keuangan non bank, misalnya perusahaan asuransi atau perusahaan penjamin asuransi,” ujar Account Executive Manager PT Agung Cakra Pratama, Davina Tedja kepada Tabloid SI.

 

 

Dijelaskan Davina, ada beberapa jenis surety bond  dalam pelaksanaan suatu proyek kontruksi yang pertama adalah Jaminan Tender (Bid Bond), jaminan ini diterbitkan oleh perusahaan penjamin saat proses pelelangan atau tender.

 

 

Kedua, adalah Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond) dimana Surety Company menjamin Obligee bahwa Principal dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Jika Principal gagal, maka Surety Company akan memberikan ganti rugi kepada Obligee maksimum sebesar nilai jaminan.

 

 

Selanjutnya ketiga, Jaminan Pembayaran Uang Muka (Advance Payment Bond) yang diterbitkan oleh Surety Company untuk menjamin Obligee bahwa Principal sanggup mengembalikan uang muka yang telah diterimanya dari Obligee sesuai kontrak.

 

 

Yang ke  empat,  Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond) dimana Surety Company menjamin Obligee bahwa principal akan sanggup untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan pekerjaan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai dengan yang diperjanjikan dalam kontrak.

 

 

Andalan Perusahaan Penjaminan

 

Menurut Davina, saat ini hampir semua perusahaan asuransi atau lembaga non bank menyediakan produk surety bond. “Bisnis Surety bond ini memang cukup menarik, sebab pasarnya tidak akan pernah mati selama masih ada pembangunan proyek atau infrastruktur,” kata Davina.

 

 

Bahkan produk surety bond  diperkirakan dapat menjadi kuda hitam yang akan mendongkrak usaha dan menggeser posisi properti dan kendaraan bermotor dalam menghimpun pendapatan premi. 

 

 

Selama tahun 2014, bisnis usaha surety bond menjadi primadona dan menunjukkan kinerja mengesankan.  Lini usaha tersebut, lanjutnya, mencatatkan persentase kenaikan pendapatan premi bruto tertinggi dengan persentase penurunan klaim tertajam. 

 

 

Bisnis ini memang kian mengkilap ketika pemerintah resmi mengeluarkan payung hukum perpres No 54/2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang menyatakan bahwa setiap proyek-proyek pemerintah harus dilengkapi dengan jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat.

 

 

 "Asuransi surety bond biasanya memang digunakan untuk penjaminan proyek-proyek yang dilakukan oleh pemerintah. Oleh karena itu, perkembangannya juga akan tergantung pada anggaran dan proyek-proyek yang digulirkan oleh pemerintah," ujar Davina.

 

 

Saat ini, lanjutnya, pelaku usaha asuransi di lini bisnis surety bond berjumlah sekitar 60-an perusahaan. Beberapa pemain besar dalam bisnis seruty bond antara lain PT Asuransi Jasaraharja Putera, PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero), PT Asuransi Umum Videi, dan PT Asuransi Kredit Indonesia.

 

 

Namun begitu, lanjutnya, lini usaha surety bond sebetulnya bukan produk asli industri asuransi. Masih berdasarkan Perpres No 54/2010, pihak-pihak yang dapat mengeluarkan surat jaminan tersebut antara lain bank umum, perusahaan penjaminan, dan perusahaan asuransi.

 

 

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga