Mereka Menyasar Pinggiran Jakarta

Senin, 6 April 2015

Salah satu toko besi yang cukup terkenal di wilayah Jabodetabek adalah Histeel. Saat ini perusahaan tersebut memiliki lima toko cabang. Pola bisnis yang diterapkan adalah penjualan langsung.  Artinya, kepemilikan kelima cabang itu dibawah kendali kantor pusat langsung.

 

 

Sama seperti toko yang lain, suplai dan serta pengaturan stok toko cabang diatur oleh kantor pusat yang terletak di Jakarta.  Semua barang yang dijual di toko cabang dikirim dan disuplai oleh kantor pusat. Bahkan secara manajemen, toko ini memegang asas-asas kerja profesional.

 

 

Misalnya, setiap toko cabang dipimpin satu orang manager toko yang ditunjuk oleh direksi berdasarkan kemampuan dan pengalaman. Manajer toko bertanggung jawab terhadap operasional toko sehari-hari. Jumlah karyawan setiap toko biasanya sekitar sepuluh karyawan.

 

 

Dari obrolan kami dengan petugas penjualan Histeel, modal untuk membangun satu cabang toko besi berkisar Rp 2 miliar, sehingga kapitalisasi modal kelima cabang adalah sebesar Rp 10 miliar.

 

 

Menariknya, kelima toko cabang tersebut semuanya berada di pinggiran kota atau dekat dengan kawasan industri. Strategi ini bertujuan untuk lebih mendekatkan calon pembeli partai menengah dan besar yang  memang umumnya berada di pinggiran kota.

 

 

Harga Bersaing

Toko besi ini telah lama bekerjasama dengan pabrik besi nasional misalnya Krakatau Steel dan Gunung Garuda untuk besi beton dan WF, kemudian dengan Cahaya Benteng Mas (CBM), A Plus dan Kepuh Kencana Arum untuk pengadaan baja ringan. Adapula Makita, Bosch, Krusher untuk produk-produk aksesoris.

 

 

Soal harga, Histeel tergolong berani memberikan diskon besar. Untuk jenis toko penjualan langsung, perusahaan ini juga berani memasang harga jual di situs website, satu hal yang tidak semua toko besi berani melakukannya.

 

 

Harga barangnya juga cukup bersaing, misalnya besi beton polos SNI ukuran 12 mm dijual Rp 83.580 per batang. Ada juga besi WF buatan Gunung Garuda ukuran 150 X 50X 5X 7 mm dijual dengan harga Rp 1,7 juta padahal harga pasaran besi jenis itu sekitar  Rp 1,8 juta per batang.

 

 

Menurut salah satu petugas Histeel, produk besi baja Gunung Garuda memang menjadi salah satu best seller penjualan terutama untuk jenis WF dan H Beam. “Mungkin itu lebih karena GG memang jadi salah satu produsen utama produk WF dan H Beam,” katanya.

 

Setiap bulan pabrik besi GG mengirim produk minimal 8 ton untuk dikirim kembali ke lima toko cabang. Itu adalah angka minimal, sebab penjualannya kadang naik turun. “Kadang 8 ton itu hanya untuk stok satu minggu, kadang lebih,” ujar petugas yang namanya tidak ingin disebut itu.

 

Omset per toko cabang juag tidak dapat dipastikan. Namun secara rata-rata berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar per bulan. Yang menarik, toko ini menerapkan manajemen stok yang ketat, artinya barang yang sudah dipesan dari pabrik besi baja sebisa mungkin segera keluar.

 

Prinsipnya, lebih baik barang berputar daripada hanya menjadi stok yang teronggok. Tak heran, untuk masalah harga toko besi ini paling rajin memberi diskon. Itu untuk menghindari menumpuknya stok barang.

 

 

 

Strategi Pemasaran Berhadiah

 

Untuk menjaring pembeli, toko besi dibawah naungan PT Hijrah Insan Karima ini gencar mengadakan promosi berhadiah. Misalnya untuk pembelian dengan nilai tertentu mendapatkan hadiah laptop, ponsel, sepeda lipat, kamera,  hingga mesin cuci tanpa diundi.

 

Dari segi layanan, toko besi ini cukup memberikan layanan yang komplit. Sebab mereka memiliki armada pengantar sendiri dan juga memiliki gudang besar dengan kapasitas sangat besar.

 

Namun dapat dipastikan presentase penjualan produk lokal masing mendominasi daripada produk impor dengan perbandingan 70% produk lokal dan 30% produk impor. Umumnya produk impor didapat dari importir Tiongkok.

 

 

Layanan PurnaJual

 

Tak kalah menariknya, meski perusahaan ini menjual secara langsung dan memiliki toko. Mereka juga menyediakan layanan pembelian secara online yang desainnya up to date.

 

Tidak seperti toko besi lain, Histeel sudah mengunakan chart shopping. Artinya, calon pembeli bisa langsung memesan via online dengan memanfaatkan menu belanja dan memasukannya ke dalam keranjang belanja virtual.

 

Setelah barang yang dibeli masuk keranjang belanja, calon pembeli diminta mengisi form pembelian yang dapat diunduh. Dalam form belanja tersebut juga ada tata cara pembayaran. Setelah proses pembayaran selesai,  barang akan dikirim dalam waktu maksimal tujuh hari.

 

Saat ini pelanggan Histeel banyak dari kontraktor besar misalnya PT Elnusa Tbk, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ), PT. Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Indosat Tbk dan masih banyak lagi.

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga