Toko Besi Baja Hadir Mengisi Pasar Menengah

Senin, 6 April 2015

Jika melewati ruas jalan besar dekat kawasan industri atau di pinggiran Jakarta, kita banyak menemukan toko besi baja. Ada bermacam nama toko, mulai dari Mega Beton, Mega Baja, Dunia Baja, Histeel, Dunia Beton, dan lain sebagainya.

Toko besi baja berbeda dengan toko bangunan. Toko besi baja mengutamakan penjualan besi baja, sedangkan toko bangunan lebih banyak menjual bahan bangunan. Secara fisik, toko besi baja dapat dikenali lewat aneka produk besi baja yang dipajang di depan toko.

Toko besi baja mulai marak sejak lima tahun lalu. Tapi sejatinya,  kehadiran mereka sudah tercium sejak 2002 saat toko besi “Mega Beton” mulai berdiri. Toko ini tergolong pionir sebelum muncul toko besi baja sejenis.

Menurut pantuan Tabloid SI, saat ini terdapat sekitar 50-an toko besi baja berskala besar di sekitar Jakarta. Skala besar merujuk luas toko yang rata-rata diatas lahan 1 ha. Sedangkan toko besi skala kecil lebih banyak lagi.

 

Posisi Pasar

Kemunculan toko besi baja didorong oleh kekosongan pemain atau penjual besi baja di level menengah. Selama ini dalam rantai pasok eceran besi baja, hanya terdapat dua level penjualan sesuai jenis dan berat besi baja yang dibeli.

Level pertama diisi toko bangunan yang menjual langsung produk besi baja kepada end user dengan volume partai kecil atau dibawah satu ton. Jika ingin membeli diatas satu ton, maka harus memesan ke distributor besar atau langsung membeli dari pabrik.

Distributor menerima pembelian partai besar (diatas 20 ton) dengan klien umum para kontraktor. Nah, untuk melayani pembelian di bawah 10 ton, maka muncullah toko besi baja yang mengisi level eceran mulai dari 1 ton hingga 10 ton. Meski pembelian secara satuan (pcs) juga dilayani.

“Kalau ingin beli partai besar, orang langsung pesan ke pabrik atau distributor besar. Sementara kalau membeli satuan, larinya ke toko bangunan. Nah kalau ingin beli agak banyak, tapi bukan partai besar, orang akan cari toko besi,” tutur Idul, Assisten Manajer Mega Baja Ujung Menteng, Bekasi.

Selama ini pemasok besi partai menengah memang cenderung kosong. Padahal pasarnya cukup besar. Misalnya untuk keperluan proyek-proyek pembangunan berskala kecil dan menengah.

 

Inventori dan Stok

Perputaran besi baja melalui toko besi cukup besar. Menurut Idul, untuk membangun satu toko besi dibutuhkan modal rata-rata Rp 3 miliar dibagi dua pengeluaran pokok. Rp 1 miliar untuk sewa lahan dan bangunan, Rp 2 miliar untuk inventori atau stok barang di awal pembukaan toko.

Saat toko sudah berjalan, inventori bulanan biasanya mulai menyusut. Tapi  menurut Idul,  setiap toko besi biasanya punya inventori minimal Rp 1 miliar per bulan. Jadi jika dihitung kasar, inventori per bulan seluruh toko besi baja di sekitar Jakarta yang berjumlah 50 toko besar, berjumlah Rp 50 miliar.

Angka itu jika dikonversi dengan harga besi baja misalnya, Rp 11.000/kg maka didapat angka inventori  4.500 ton per bulan atau 54 ribu ton per tahun. Itu baru di sekitar Jakarta. Belum dihitung secara nasional.  Jika dipukul rata di 10 kota besar saja di Indonesia,  maka hasilnya 540 ribu ton per tahun.

Kemudian bila dikalkulasi dengan produksi nasional yang 7,2 juta ton per tahun, artinya sekitar 7% produk besi baja nasional menjadi inventori toko-toko besi di tanah air

 

Tiga Pola Bisnis

Bisnis toko besi dapat dibagi dalam tiga pola bisnis, pertama penjualan secara langsung dengan membuka toko. Kedua, dengan sistem waralaba (kemitraan) serta yang ketiga, penjualan online.

Toko besi yang menjual secara langsung contohnya Histeel. Perusahaan ini memiliki lima toko cabang di sekitar Jabodetabek dengan toko pusat yang terletak di bilangan Bekasi, Jawa Barat. Histeel tidak melakukan pola bisnis kemitraan. Artinya, ke lima cabang Histeel merupakan milik satu orang atau satu perusahaan saja.

Lain halnya dengan toko baja “Mega Baja” yang menjalankan pola bisnis kemitraan. Perusahaan ini memberikan kesempatan kepada siapapun yang ingin membuka toko baja dengan tiga pilihan merek dagang, yakni “Mitra Mega Baja”, “Mitra Baja”, atau “Mitra Mega”.

Sedangkan penjualan secara online biasanya tidak membuka toko secara langsung. Toko semacam ini hanya menyediakan barang jika ada permintaan dari konsumen via online. Cara kerjanya, setiap ada permintaan, toko besi online ini akan mengambil dari pabrik besi baja langsung kemudian dikirim ke alamat pemesan.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga