ASCOATINDO Cetak Tenaga Coating Terampil

Kamis, 12 Maret 2015

Ascoatindo merupakan suatu Asosiasi Profesi di bawah binaan Kementerian Tenaga Kerja yang didirikan pada tanggal 1 Agustus 2006 oleh 12 orang yang peduli dan berkompetensi di bidang coating. Para anggota berasal dari berbagai industri, baik sebagai industri pengguna coating maupun sebagai industri pensupply coating, aplikator coating, jasa consultant coating, perguruan tinggi  dan juga para praktisi.

Core Business Ascoatindo adalah sektor coating dan penerapannya, baik yang bersifat protektif, dekoratif dan special purpose coating. Pada protektif coating lebih dititikberatkan pada pengendalian korosi, sedangkan dalam dekoratif coating lebih dititikberatkan pada dekoratif dan pada special purpose coating untuk tujuan khusus yang sangat spesifik dan sangat variatif jenis dan aplikasinya.

Keanggotaan Ascoatindo saat ini sudah mencapai kurang lebih 1.000 orang, baik keanggotaan perorangan maupun asosiatif, yang berasal dari berbagai industri seperti migas, semen, fertilizer, chemical, utilities, marine, transportasi, konstruksi, paint manufacturer, coating applicator, asosiasi,community, dan lain sebagainya.

Coating sendiri merupakan kegiatan produksi berupa pelapisan suatu permukaan dengan bahan tertentu yang tujuannya untuk menghindari kebocoran, korosi, keretakan atau efek lain pada permukaan akibat perubahan cuaca atau proses kimia.

Coating merupakan salah satu metoda yang paling banyak (89%) digunakan untuk melindungi asset-asset industri, konstruksi, alat-alat tranportasi, infrastuktur dan lingkungannya dari bahaya korosi an kerugian akibat korosi di suatu negara berkisar antara 3-5% dari GNP.

Kegiatan Ascoatindo

Ketua Umum Ascoatindo Gandung Rachma N.A yang ditemui di kantornya di bilangan Priok, Jakarta Selatan, mengungkapkan, saat ini Ascoantindo telah membuat Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Sektor Coating Subsektor Protektif.

“Ini hasil kerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi (BNSP) dan Direktorat Standarisasi Kompetensi dan Program Pelatihan DEPNAKERTRANS dan bersama dengan stakeholder coating,” kata Gandung .

Selain itu Ascoatindo juga telah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Coating Indonesia (LSPCI) dibawah naungan BNSP yang disahkan oleh Notaris Dr. Wiratni Ahmadi SH dengan No. Akta 21 tertanggal 22 September 2006, yang merupakan Lembaga resmi yang berkompetensi dalam melakukan sertifikasi profesi coating.

Di bidang manajemen mutu, Ascoatindo juga telah membuat panduan Sistem Manajemen Mutu LSPCI yang akan di audit oleh BNSP pada tanggal 21 Maret 2007, selanjutnya diterbitkan Lisensi dari BNSP sebagai LSP di bidang Coating yang akan mengawasi program sertifikasi profesi pada sector tersebut.

Sebetulnya, kegiatan kami memang menjurus untuk meingkatkan kemampuan SDM para anggotanya. Kita ingin semua angota Ascoatindo terutama yang memiliki keanggotaaan personal, punya kemampuan dan skill coating yang baik,” ujar Gandung.

Dalam pelaksanaan pelatihan coating, Ascoatindo bekerjasama dengan PT. Corrosion Care Indonesia (PT. CCI). Ascoatindo bertindak sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi (Authorized National Body) dan PT. CCI berfungsi sebagai Lembaga Diklat Profesi (Authorized Training Body), kerjasama ini telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) No. 002/MoU/X/2006 tanggal 5 Oktober 2006.

Materi Pelatihan Kompetensi yang disiapkan dan digunakan oleh PT. CCI dan juga Materi Uji Kompetensi yang digunakan Ascoatindo telah mengacu pada SKKNI Sektor Coating Subsektor Protektif.

Hebatnya, Ascoatindo juga telah mendapatkan kepercayaan untuk menyiapkan dan mengembangkan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Perkapalan di bidang coating dengan koordinatornya Bapak Alexander Wijaya MBA (Ketua Standarisasi & Regulasi ASCOATINDO dan NACE International Certified Coating Inspector No. 9683. Ini merupakan hasil konsesus bersama pada tanggal 13 Februari 2007 di kantor Deperin Jakarta.

Kebutuhan Tenaga Coating

Menurut Gandung, saat ini kebutuhan SDM di bidang Coating di Indonesia masih cukup banyak. Apalagi ditengah bergairahnya industri perkapalan di Tanah Air. Sayangnya, teknisi coating yang ada sekarang lebih banyak di level operator.

“Kalau untuk level inspector, kita masih kekurangan, makanya kehadiran Ascoatindo dalam melakukan pelatihan dan sertifikasi adalah untuk menjawab kebutuhan tersebut,” papar Gandung yang merupakan pemegang sertifikasi inspector dari Singapura itu.

Setiap tahun, Ascoatindo rutin menggelar pelatihan di berbagai daerah. Misalnya pada tahun 2014 mengadakan pelatihan di area Handil – Kaltim yang diikuti puluhan peserta.  Training ini sudah dilakukan sejak 2006, dan selama pelaksanannya hingga 2014 telah menghasilkan 387 orang yang memiliki sertifikat kompetensi di bidang coating. Yaitu Blasting Coating Operator Muda (163), Coating Inspektor Muda (155), Coating Inspetor Utama (59), serta Coating Supervisor (10).

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga