Freeport Telah Tentukan Lokasi Pembangunan Smelter

Kamis, 22 Januari 2015

Liputan6.com, Jakarta - Dua hari menjelang batas akhir penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understading( MOU) antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan pemerintah mengenai amandemen kontrak karya, perusahaan tersebut mengklaim telah menentukan lokasi pembangunan pabrik pengelolahan dan pemurnian mineral (smelter).

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia,  Maroef Sjamsoeddin mengatakan, lokasi tersebut terletak di Gresik Jawa Timur, berdekatan dengan PT Petrokimia Gresik dan smelter milik PT Smelting yang 25 persen sahamnya dimiliki oleh Freeport.

"Smelter ini sudah jalan. Memang perlu waktu untuk membahas dan mempelajari prosesnya. Banyak pihak terkait untuk tentukan lokasi dan sebagainya. Akhirnya, saya dapat berita lokasi sudah pasti ditentukan," kata Maroef di kantor Freeport Indonesia, kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Maroef menambahkan, luas tanah yang akan dijadikan smelter tersebut mencapai 60 hektar. dua kali lipat jika dibanding dengan smleter milik PT Smelting yang sudah beroperasi. Lahan yang dimiliki oleh PT Smelting hanya sebesar 30 hektar.

Menurut Maroef, konsentrat yang dihasilkan dari smelter yang jika ditotal luasnya hampir mencapai 100 hektar tersebut bisa mencapai 3 juta ton.

"Jadi total hampir 100 hektar, yang 1 juta ton konsentat per tahun. Proyeksi smelter baru 2 juta ton konsentrat per tahun," paparnya.

Ia mengungkapkan alasan Freeport Indonesia menentukan lokasi smelter tersebut di Gresik, karena lokasi tersebut memiliki keunggulan nilai tambah berdekatan dengan pabrik petrokimia dan berdekatan dengan pelabuhan laut dalam.

"Lokasi di Jawa Timur karena perhitungan studi kelayakan yang cocok di sana. Pinpoint Gresik karena bahwa kalau kami mau hasilkan sesuatu ada added value perlu upaya. Lokasi berdempetan dengan  BUMN kita yakni Petrokimia Gresik," pungkasnya. (Pew/Gdn)

 

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga