CSI Rampungkan Ekspansi

Rabu, 03 Desember 2014

Cilegon - PT Commonwealth Steel Indonesia (CSI) meresmikan pabrik terbarunya di kawasan Cilegon, Banten, berkapasitas produksi 50 ribu ton per tahun. Pabrik yang memproduksi bola baja ini menelan investasi US$ 24 juta (Rp 294,67 miliar).

Dengan adanya pabrik itu, kapasitas produksi CSI naik dari 30 ribu ton per tahun menjadi 80 ribu ton per tahun. Pabrik baru ini akan memproduksi grinding media seperti bola baja yang banyak digunakan oleh industri pengolahan tambang, penghancur batubara, dan industri penggilingan. CSI adalah anak usaha Commonwealth Steel Company Ltd, perusahaan baja berbasis di Australia

President Director CSI Adrian Boltong menyatakan, perusahaannya berani membangun pabrik bola baja ini untuk memproduksi bola baja yang sebelumnya harus impor dari Australia. "Jadi dengan pabrik baru ini, kami bisa memproduksi bola baja ukuran tertentu, yang biasanya harus impor," kata Adrian saat peresmian pabrik baru Commonwealth Steel di Cilegon, Banten, Selasa (2/12).

Meski sektor pertambangan Indonesia sedang lesu, Adrian optimistis, sektor ini akan membaik. Apalagi, pembangunan pabrik ini merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang perseroan untuk 20 tahun ke depan.

"Sektor pertambangan memang kadang bagus kadang tidak. Tapi kami percaya diri dengan masa depan pertambangan indonesia, makanya kami berani investasi," ujar dia.

Menurut Adrian, pihaknya juga sedang menyusun rencana investasi untuk pabrik berikutnya dalam jangka 4-5 tahun ke depan. Pabrik ini diperkirakan menelan investasi sekitar US$ 10-15 juta.

“Pabrik ini nantinya akan memproduksinya diameter bola baja yang lebih besar, namun masih difokuskan untuk pasar domestik,” jelas dia.

Selain di Indonesia, Commonwealth Steel mengoperasikan pabrik serupa di enam negara lain, yakni Australia, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Peru dan Chile.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan, pabrik baru milik CSI ini akan menghasilkan produk untuk substitusi impor. Nantinya, produksi dari pabrik ini digunakan oleh PT Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, dan perusahaan-perusahaan semen Indonesia.

"Kerja sama tersebut sangat baik, mengingat Freeport Indonesia dan Newmont Nusa Tenggara memiliki kebutuhan besar untuk produk-produk tersebut dan kali ini mampu disuplai dari dalam negeri," ujar Saleh.

Saat ini, kebutuhan bola baja untuk industri di dalam negeri mencapai 100 ribu ton per tahun. Peresmian pabrik baru ini diharapkan mampu menggantikan bola baja impor secara bertahap.

"Selama ini, banyak juga pabrik semen yang impor bola seperti ini. Dengan berkembangnya pabrik ini, maka kita tidak perlu lagi impor, cukup diambil dari sini. Ke depan, substitusi akan berjalan dengan sendiri," ujar dia.

Sumber Berita :
beritasatu.com

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga